jalanpanjang.web.id - Ada saat suatu titik yang mempertemukan kita dalam sebuah jalan perjuangan dan mengisi catatan kehidupan dalam ranah idealisme. Yang mengingatkan kita akan visi perubahan tuk Jakarta yg kita Cintai.
Padatnya aktivitas perjuangan ini mungkin melebihi jadwal ketika bercengkrama dengan keluarga dan itu tak menjadi halangan tuk terus melangkah.
Mempertahankan cahaya nurani agar diri mampu menapak surga. Agar tetap menjadi bintang yang menerangi kegelapan.
Perjuangan ini telah menjadi saksi kehidupan untuk merajut mimpi untuk sebuah perubahan. Mimpi- mimpi menjadi sang al banna. Yakinlah Batik Beresin Jakarta akan selalu memeriahkan aktivitas kita sampai kapanpun.
Saudaraku adalah sebuah kehormatan dapat mengenal dan berjuang bersama kalian yang dalam lelahnya masih dapat tetap berupaya, tidak hanya bisa bicara tapi juga bekerja mengkritisi tapi juga memberi solusi tidak merasa rendah ketika dihina, dan tidak merasa tinggi bila dipuji, yang telah menjadikan Perjuangan sebagai urusan keluarganya
Saudaraku Tetaplah berdiri tegak karena kalian adalah petarung....Teruslah bergerak karena kalian adalah pejuang....masih banyak tugas lain menanti kita.....Terima kasih Sahabat Hidayat + Didik untuk Perjuangan ini, semoga Allah mencatatkannya sebagai amal bagi kita semua...aamiin
Ust. Hidayat Nurwahid
jalanpanjang.web.id - Alhamdulillah, kerja keras telah kita lakukan. Segenap kesungguhan telah kita curahkan. Segenap pengurbanan telah kita kontribusikan. Berbulan-bulan bekerja dengan luar biasa, tak terkirakan energi yang terkuras untuknya, alhamdulillah, betapa bahagia kita telah bekerja untuk Jakarta.
Adakah itu hilang dan sia-sia? Tidak akan ! Tidak ada yang hilang, tidak ada yang sia-sia, tidak ada yang sirna. Segala kebaikan pasti berbalas kebaikan. Balasan itu, tidak mesti kita terima sekarang, tidak mesti dalam bentuk kemenangan seperti yang kita inginkan. Balasan itu telah Ia siapkan sebagai surprise yang pasti diberikanNya kepada para pejuang keadilan. Kapan waktunya, Allah yang menentukan.
Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk langkah dakwah kita. Allah telah memberikan banyak pelajaran untuk kelanjutan perjuangan yang harus kita menangkan. Masih sangat panjang jalan harus kita retas, jangan anggap ini pekerjaan ringan.
Masih sangat kuat kita ingat, masa perjuangan yang sangat padat. Berpagi-pagi kita telah siap berangkat. Berbaju batik orange, menunaikan amanah yang amat berat. Bermalam-malam kita tetap bersemangat, walau badan penuh dengan kucuran keringat. Semua itu telah memberikan makna yang sangat kuat melekat. Lihat kader-kader di seluruh pelosok tanah air bergerak cepat. Mereka menggalang berbagai potensi yang bisa didapat. Subhanallah, perjuangan ini penuh rahmat.
Perjuangan politik di DKI telah memberikan banyak kemenangan. Soliditas kader dakwah, kebangkitan semangat dan harapan yang menyebar bahkan tertanam dalam jiwa kita semua, bukankah itu kita rasakan? Bukankah itu kemenangan? Kita telah membuktikan bahwa dakwah ini kita usung dengan sepenuh cinta. Kita telah menunjukkan bahwa perjuangan kita lakukan dengan sepenuh jiwa. Bukankah itu kemenangan?
Bersyukur kepada Allah, alhamdulillah, kita mendapatkan sangat banyak fenomena kemenangan di sepanjang jalan perjuangan. Kita mendapatkan energi untuk bangkit berdiri, semakin kokoh lagi, karena kita selalu menyerap inspirasi dan aspirasi di lorong-lorong, gang-gang, dan rumah-rumah warga DKI. Semua, tidak terkecuali, telah kita datangi. Kita menjadi semakin mengerti makna dakwah yang selama ini telah kita lalui.
Telinga kita, mata kita, kaki kita, tangan kita, semakin dekat, semakin merapat ke masyarakat. Suara mereka, keinginan mereka, harapan mereka, telah sangat kuat kita ingat. Bersyukur kepada Allah, yang telah memberikan banyak nikmat. Perjuangan ini demikian berat, namun semua terasa indah dan memberikan banyak manfaat.
Alhamdulillah, betapa bahagia telah bekerja untuk Jakarta. Sebuah perjuangan panjang yang tidak berhenti hanya karena usai Pilkada. Batik orange telah menyala dimana-mana, simbol gairah dan semangat membara. Tidak akan pudar oleh karena penghitungan suara. Niat telah ditanam dalam jiwa. Semangat telah membakar hingga relung dada.
Batik orange akan selalu bekerja untuk Jakarta. Bahkan untuk Indonesia, dan dunia
jalanpanjang.web.id - Calon Gubernur Hidayat Nur Wahid hari ini, Rabu (11/7), memenuhi hak politiknya pada Pemilukada DKI Jakarta. Didampingi cawagub Didik J. Rachbini, Hidayat mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13, ruko Bank Bumiputera/Bank Niaga, Jl. Kemang Raya no 49, Jakarta Selatan, tepat pukul 08.00 WIB.
Hidayat datang ke TPS bersama istrinya dr. Diana Abbas Thalib, serta tiga orang anaknya Nizar, Inaya dan Ruzaina. Beliau diantar menggunakan sepeda motor karena kakinya masih sakit karena terkilir.
Hidayat masuk dalam Daftar Pemilih Tetap nomor 284, sementara Diana nomor 285. Mereka melakukan pencoblosan disaksikan ratusan warga serta wartawan yang memadati Jalan Kemang Raya.
Saat Hidayat dan istri menunaikan hak politiknya, Didik J. Rachbini juga tampak hadir di lokasi. Pasangan Hidayat tersebut memang tidak memiliki hak pilih karena memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Depok, Jawa Barat.
Hidayat masuk dalam Daftar Pemilih Tetap nomor 284, sementara Diana nomor 285. Mereka melakukan pencoblosan disaksikan ratusan warga serta wartawan yang memadati Jalan Kemang Raya.
Saat Hidayat dan istri menunaikan hak politiknya, Didik J. Rachbini juga tampak hadir di lokasi. Pasangan Hidayat tersebut memang tidak memiliki hak pilih karena memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Depok, Jawa Barat.
"Saya datang untuk mendampingi Hidayat, meski sebenarnya saat kini dalam kondisi yang tidak fit," ujar Didik
jalanpanjang.web.id - Partai Keadilan Sejahtera menemukan 132 ribu Daftar Pemilih Tetap atau DPT bermasalah yang dikeluarkan KPUD Jakarta pada pleno 2 Juni.
"Kita masih menemukan 132 ribu bermasalah, 20 ribu NIK ganda," ujar Ketua DPW PKS Jakarta Slamat Nurdin saat kumpul tim sukses enam pasangan calon di Cava Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Kemarin. Temuan ini, kata Slamat, masih berdasar data primer KPUD, belum berdasar data sisiran di lapangan.
Ketua Bidang Hukum Tim Sukses Pasangan Hidayat-Didik, Rois Hadayana menambahkan, tak penting berapa jumlah DPT bermasalah hasil temuan tim-nya. Namun, hal tersebut harus dilihat sebagai fakta bahwa pendataan DPT berdasarkan NIK warga adalah pelanggaran.
Sedianya, lima pasangan tim sukses cagub dan cawagub akan mendatangi Polda Metro Jaya soal temuan bermasalah ini. Pihaknya juga sangat serius berkoordinasi dengan tim sukses lainnya untuk menindaklanjuti temuan ini dengan beragam upaya hukum lainnya.
Persoalan DPT bermasalah ini, lanjut Rois, sangat krusial mengingat legitimasi pemilukada DKI Jakarta yang akan melahirkan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang sah bertumpu padanya. Menurutnya, DPT bermasalah hasil temuan tim terjadi dalam beberapa varian.
"Dari mulai NIK ganda, NIK kosong, NIK yang dirubah KPUD, nama sama untuk satu NIK, tanggal lahir sama NIK berbeda. NIK sama nama berbeda. Karenanya, dalam hal ini Dinas Dukcapil yang kedua KPUD bertanggungjawab. Dukcapil tidak clear, dan KPUD melalui PPDP tidak optimal memfaktualkan data," tandasnya.
PKS mempersoalkan DPT mengingat mengalami hal yang sama pada pemilu 2009 lalu. Pemutakhiran DPT sesuai aturan berharga membangun demokrasi yang sehat. "Kita tidak mau terulang lagi. Jakarta harus jadi barometer. Kalau saja sistem pendataan Jakarta bermasalah bagaimana daerah lain," tukasnya.(tribunnews.com)
jalanpanjang.web.id - Cagub DKI Jakarta, HIdayat-Didik punya cara ampuh untuk mengatasi banjir di Jakarta. Salah satu upaya yang bisa ditempuh untuk mencegah banjir adalah dengan membuat biopori.
Menanggapi hal itu, cawagub Didik J Rachbini, mengatakan yang dibutuhkan dalam penanganan banjir di Jakarta adalah aksi nyata yang tidak sekadar retorika.
"Saat ini kita masih menjadi calon wakil gubernur, tapi kita sudah memiliki gagasan dan tindakan nyata untuk Jakarta. Semoga bila nanti terpillih, kita bisa benar-benar merealisasikan agenda ini dengan lebih baik lagi," ujar Didik ketika meresmikan program 'Gerakan 4 Juta Biopori' di RT 01 RW 02 Kelurahan Kedoya Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (10/6/2012).
Persoalan yang paling rumit yang dihadapi dalam mengatasi banjir adalah tidak tertanganinya sampah. Padahal, sampah adalah salah satu penyebab terjadinya banjir. Sementara, lanjut Didik, Pemprov DKI Jakarta memiliki anggaran untuk menangani sampah yang mencapai Rp 500 miliar.
"Tapi kenyataannya permasalahan sampah tak kunjung beres," tuturnya.
Untuk itu, relawan Hidayat-Didik mencanangkan program biopori. Dijelaskan oleh Syuhada, salah satu relawan, untuk membuat biopori sangat sederhana. Caranya adalah dengan membuat lubang berdiameter 10 cm dengan kedalaman 1 meter menggunakan alat bor biopori.
Selanjutnya, setelah tergali lubang, bagian atas diberi paralon agar tidak tertutup kembali. Lubang yang ada dapat dijadikan tenpat pembuangan sampah organik. Dengan adanya hewan tanah, maka dengan sendirinya akan membentuk biopori yang juga dapat meningkatkan kesuburan tanah.
"Ada 4 juta biopori yang dicanangkan merupakan terobosan awal yang kemudian diharapkan dapat direalisasikan membuat 76 juta biopori guna membantu pengatasan masalah banjir dan sampah di Jakarta," jelasnya.
Program ini digagas oleh relawan Hidayat-Didik yang terdiri dari civitas akademika dan lapisan masyarakat biasa(inilah.com)
Menanggapi hal itu, cawagub Didik J Rachbini, mengatakan yang dibutuhkan dalam penanganan banjir di Jakarta adalah aksi nyata yang tidak sekadar retorika.
"Saat ini kita masih menjadi calon wakil gubernur, tapi kita sudah memiliki gagasan dan tindakan nyata untuk Jakarta. Semoga bila nanti terpillih, kita bisa benar-benar merealisasikan agenda ini dengan lebih baik lagi," ujar Didik ketika meresmikan program 'Gerakan 4 Juta Biopori' di RT 01 RW 02 Kelurahan Kedoya Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (10/6/2012).
Persoalan yang paling rumit yang dihadapi dalam mengatasi banjir adalah tidak tertanganinya sampah. Padahal, sampah adalah salah satu penyebab terjadinya banjir. Sementara, lanjut Didik, Pemprov DKI Jakarta memiliki anggaran untuk menangani sampah yang mencapai Rp 500 miliar.
"Tapi kenyataannya permasalahan sampah tak kunjung beres," tuturnya.
Untuk itu, relawan Hidayat-Didik mencanangkan program biopori. Dijelaskan oleh Syuhada, salah satu relawan, untuk membuat biopori sangat sederhana. Caranya adalah dengan membuat lubang berdiameter 10 cm dengan kedalaman 1 meter menggunakan alat bor biopori.
Selanjutnya, setelah tergali lubang, bagian atas diberi paralon agar tidak tertutup kembali. Lubang yang ada dapat dijadikan tenpat pembuangan sampah organik. Dengan adanya hewan tanah, maka dengan sendirinya akan membentuk biopori yang juga dapat meningkatkan kesuburan tanah.
"Ada 4 juta biopori yang dicanangkan merupakan terobosan awal yang kemudian diharapkan dapat direalisasikan membuat 76 juta biopori guna membantu pengatasan masalah banjir dan sampah di Jakarta," jelasnya.
Program ini digagas oleh relawan Hidayat-Didik yang terdiri dari civitas akademika dan lapisan masyarakat biasa(inilah.com)
Kendaraan operasional pemerintahan yang diduga digunakan untuk melakukan kampanye hitam atas pasangan Hidayat Nur Wahid+Didik Rachbini di Kampung Kandang, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2012)
jalanpanjang.web.id - Upaya intimidasi dan kampanye hitam (black campaign) sepertinya tiada henti menerpa pasangan Cagub dan Cawagub yang diusung PKS, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.
Kamis (7/6) siang di Kampung Kandang, Ragunan, Jakarta Selatan, sebuah mobil dengan atribut salah satu Cagub datang ke Kampung Kandang sekitar pukul 11.00 WIB. Penumpang mobil tersebut kemudian keluar sambil menenteng pengeras suara.
Melalui pengeras suara itu sang sopir berteriak-teriak, “PKS antimaulid, PKS antitahlil", yang dilakukan secara berulang-ulang dan baru berhenti ketika sang sopir melihat ada seorang perempuan mengenakan jilbab datang bersama suaminya, yang juga saksi mata.
“Mungkin dia mengira istri saya kader PKS. Sehingga begitu melihat istri saya dia langsung diam,” kata Irfan.
Melalui sumber pemilik warung yang berada diarea tersebut, diketahui pria tersebut sering melakukan hal itu. Bahkan lanjut Irfan, sebulan terakhir setidaknya dua kali mobil dan sopirnya datang melakukan kampanye hitam.
Irfan pun berinisiatif mengambil gambar mobil dan sang sopir dengan handphone yang dibawanya. Hal itu untuk bukti bahwa apa yang dikatakannya bukanlah cerita rekaan.
Kamis (7/6) siang di Kampung Kandang, Ragunan, Jakarta Selatan, sebuah mobil dengan atribut salah satu Cagub datang ke Kampung Kandang sekitar pukul 11.00 WIB. Penumpang mobil tersebut kemudian keluar sambil menenteng pengeras suara.
Melalui pengeras suara itu sang sopir berteriak-teriak, “PKS antimaulid, PKS antitahlil", yang dilakukan secara berulang-ulang dan baru berhenti ketika sang sopir melihat ada seorang perempuan mengenakan jilbab datang bersama suaminya, yang juga saksi mata.
“Mungkin dia mengira istri saya kader PKS. Sehingga begitu melihat istri saya dia langsung diam,” kata Irfan.
Melalui sumber pemilik warung yang berada diarea tersebut, diketahui pria tersebut sering melakukan hal itu. Bahkan lanjut Irfan, sebulan terakhir setidaknya dua kali mobil dan sopirnya datang melakukan kampanye hitam.
Irfan pun berinisiatif mengambil gambar mobil dan sang sopir dengan handphone yang dibawanya. Hal itu untuk bukti bahwa apa yang dikatakannya bukanlah cerita rekaan.

Sementara saat dikonfirmasi, Hidayat Nur Wahid menyayangkan hal tersebut. Menurutnya fitnah-fitnah seperti itu masih saja terus dikembangkan untuk kepentingan politik sesaat. “Fitnah seperti itu biasanya muncul menjelang Pemilu atau Pilkada. Itu bukan barang baru. Tetapi yang saya sayangkan hal itu bisa terjadi juga di Jakarta,” ujarnya.
Hidayat berharap, semua pihak tidak mengembangkan fitnah untuk mencapai tujuan tertentu. Karena hal itu bukan saja bertentangan dengan semangat demokrasi, tetapi juga dilarang keras dalam agama. “Kasihan masyarakat jika selalu disuguhi dengan fitnah dan beragam kebohongan hanya karena tujuan politik. Ini sangat tidak sehat di era demokrasi seperti sekarang,” imbuh Hidayat.(kompas.com)
jalanpanjang.web.id - Beberapa waktu yang lalu sejenak kita terpesona dengan adanya tokoh seperti Dahlan Iskan dan Jokowi, "apakah tidak ada kader PKS seperti mereka" ? begitu pertanyaan salah seorang simpatisan partai dakwah ini. Sederhana pertanyaannya, apakah tidak ada tokoh seperti mereka di PKS?. Jawabannya sederhana, di PKS ada tokoh seperti mereka, bahkan tidak hanya satu dua orang. Tapi masalahnya adalah, tidak ada media yang mengekspose. Siapa yang tidak tahu Dahlan Iskan, pendiri Jawa Pos ini tentu mempunyai kekuatan dan relasi media yang kuat untuk melakukan penokohan.
Salah satu kader terbaik PKS adalah Ust. Hidayat Nur Wahid, banyak cerita tentang kiprah beliau. Ini saatnya untuk kita bercerita. Ini saatnya kita menyampaikan salah satu kader terbaik Bangsa, sosok negarawan yang memang layak menjadi bagian untuk memimpin Negeri Indonesia Raya ini.
Kesederhanaan beliau bukan hanya ditampakkan sebagai pencitraan saat Pilkada saja, tapi sudah jauh dari dahulu beliau lakukan. Dalam tulisan kali ini sedikit cerita tentang kesederhanaan beliau.
Menurut Cerita salah seorang narasumber, Sekitar Tahun 2007, Pak Dayat, panggilan akrab Ust Hidayat menjadi salah satu narasumber di sebuah kampus negri di Jawa Tengah. Kapasitas beliau saat itu adalah sebagai ketua MPR. Dialog yang berlangsung hangat tiba-tiba senyap dan terhenti ketika ada bunya Handphone.Tit..tit..tit..tit, seketika hadirin dan para wartawan terhenyak dan para jurnalis segera mengambil gambar dan mendekat ke arah sumber suara yang ternyata adalah bunyi HP dari Pak Dayat. Seorang Ketua MPR, dengan Hand Phone sangat sederhana dan terkesan Jadul.
Dan Cerita tentang Hanphone Pak Dayat ini pun berlanjut, seperti diceritakan Ust. Cahyadi Takariawan
"Sangat banyak kisah kehidupan keseharian pak Hidayat. Salah satunya saya dapatkan dari seorang teman yang pernah menjadi asisten beliau saat menjadi Ketua MPR. Teman ini bercerita, suatu ketika diminta pak Hidayat membelikan lem alteco. Tanpa bertanya kegunaan lem tersebut, sang asisten langsung pergi membelikan. Setelah lem diserahkan ke pak Hidayat, sang asisten penasaran, digunakan untuk apa lem tersebut. Maka diam-diam ia menyelinap masuk ke ruang kerja pak Hidayat.
Betapa terkejut sang asisten menyaksikan pak Hidayat menggunakan lem tersebut untuk memperbaiki casing HP beliau yang retak karena terjatuh.Ia tidak menyangka, seorang politisi senior, seorang Ketua MPR, masing mengurus casing HP yang pecah. Bukan membeli casing baru, atau membeli HP baru, namun membeli lem untuk memperbaiki casing yang pecah. Lagi-lagi, kejadian seperti ini tidak pernah masuk pemberitaan media massa. Kehidupan beliau sangat sepi dari publisitas. Beliau melakukan segala aktivitas secara alami, tanpa kemasan branding, atau menyewa konsultan untuk memperbaiki penampilan atau membayar media planner untuk mengatur tampilan beliau di media. Semua berjalan sangat alami, tanpa sentuhan entertainment. Itulah sosok sederhana Hidayat Nurwahid yang sempat saya kenal." Pungkas Pak Cahyadi.
Jika Anda mempunyai kesan khusus atapun kisah tentang kesederhanaan maupun kiprah Ust. Hidayat, silahkan kirim tulisan ke jalanpanjangweb@gmail.com
Jalanpanjang.web.id - Sejarah sudah memperlihatkan bagaimana mesin PKS terus bekerja, kader-kader PKS mengerahkan seluruh upayanya baik tenaga dan dana, tidak hanya di Jakarta tapi diseluruh Indonesia bahkan dunia, kader-kader PKS terus mengirimkan Doa dan sumbangan dana yang terus dilakukan secara periodik.
Kader PKS ibarat satu tubuh, ini adalah bagian dari jihad, berhadap-hadapan langsung dengan penguasa. Terus dan terus semua kader bekerja bahu membahu. Hawa Musim Semi di berbagai belahan dunia Muslim kini mulai terasa di Jakarta, Aroma ini yang terus membuat seluruh kader terus terbangun, dan terus bekerja dalam kondisi terbaik.
Seperti yang diungkapkan salah satu pengurus DPD di Jawa Tengah, "Total Dana yang di galang dari kader di Jawa Tengah untuk gelombang pertama menembus jumlah lebih dari Rp 200jt , dan penggalangan dana ini terus dilakukan secara periodik, dan semua struktur PKS di daerah maupun negara lain melakukan penggalangan dana dari kader dan simpatisan untuk pemenangan Ust. Hidayat"
"Saat ini seluruh kader di Jakarta sudah siaga 1 dan sangat siap memenangi Pilkada 2012," kata Tim Sukses Koordinator Bidang Manajemen Program Pasangan Hidayat-Didik saat dihubungi inilah.com, Igo Ilham, Kamis (24/5/2012).
Kembali di dalam salah satu artikel inilah.com, Igo Ilham melanjutkan, menurutnya, para kader PKS bersama Partai Amanat Nasional (PAN) terus
Kembali di dalam salah satu artikel inilah.com, Igo Ilham melanjutkan, menurutnya, para kader PKS bersama Partai Amanat Nasional (PAN) terus
menggalang kekuatan guna memenangkan Pilkada Jakarta 2012. Terlebih lagi, pasangan Hidayat-Didik merupakan lawan terberat pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Karena PKS memiliki mesin partai yang bekerja secara sistematis.
"Kekuatan mesin politik PKS di Jakarta sudah dibangun sejak lama, bukan mendadak. Jadi dalam mengusung pasangan Hidayat-Didik bukan hanya sekadar solidaritas tapi juga tingginya elektabilitas dan kapabilitas Hidayat-Didik sendiri,"
"Kekuatan mesin politik PKS di Jakarta sudah dibangun sejak lama, bukan mendadak. Jadi dalam mengusung pasangan Hidayat-Didik bukan hanya sekadar solidaritas tapi juga tingginya elektabilitas dan kapabilitas Hidayat-Didik sendiri,"
jalanpanjang.web.id - Sekali lagi PKS menunjukan profesionalitasnya dalam mengemban amanah, setelah sebelumnya Pak Tif, panggilan akrab Tifatul Sembiring dari Jabatan Presiden PKS setelah mendapat amanah menjadi Mentri Telokomunikasi. Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR) Hidayat Nurwahid (HNW) juga ditarik Fraksi PKS dari jabatan sebagai Ketua. Penarikan ini terkait dengan majunya Hidayat dalam Pemilu Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta.
Selanjutnya, Fraksi PKS mengusulkan Surahman Hidayat (Dapil Jawa Barat) untuk menggantikan Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua BKSAP. Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal dalam keterangannya, Rabu (23/5).
“Penarikan ini agar Pak Hidayat bisa berkonsentrasi sebagai Calon Kepala Daerah DKI Jakarta dan kerja-kerja BKSAP tidak terbengkalai dengan rangkap jabatan. Kita mengajukan Ustadz Surrahman sebagai Ketua BKSAP menggantikan Pak Hidayat,” jelas Kamal.
Menurut Kamal, Fraksi PKS sebenarnya cukup berat menarik Hidayat dari posisi BKSAP karena prestasi yang sudah ditorehkan. Di bawah kepemimpinan Hidayat, Indonesia dipercaya sebagai Parlemen Organisasi Negara Islam (PUIC) periode 2010-2014. Selain itu, Indonesia juga dipercaya menjadi perwakilan parlemen Islam untuk mengungkapkan kesuksesan Islam di Indonesia yang moderat, toleran, dan menghargai kemajemukan.
“Pak Hidayat sudah menjadi tokoh internasional dan mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia melalui diplomasi parlemen. Ini menjadi kebanggan bagi kami di PKS dan umumnya juga seluruh bangsa Indonesia,” tegasnya.
Kendati demikian, dengan pertimbangan tetap menjaga amanah, maka FPKS memutuskan untuk terus menjalankan kepercayaan sebagai Ketua BKSAP dan mengajukan nama baru, yakni Surahman Hidayat.
Sebelumnya, Surahman sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX (Bidang Perbankan dan Keuangan) serta Wakil Ketua Komisi VIII (Bidang Sosial dan Agama). Di internal PKS, Surahman menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS.
“Kami mengajukan Ustadz Surrahman dengan pertimbangan kapasitas dan pengalaman beliau di dalam dan luar negeri. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki jaringan internasional Islam yang luas. Sehingga Parlemen Indonesia di dunia Internasional bisa menorehkan lebih banyak prestasi lagi,” tutup Kamal. (ROL)
Selanjutnya, Fraksi PKS mengusulkan Surahman Hidayat (Dapil Jawa Barat) untuk menggantikan Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua BKSAP. Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal dalam keterangannya, Rabu (23/5).
“Penarikan ini agar Pak Hidayat bisa berkonsentrasi sebagai Calon Kepala Daerah DKI Jakarta dan kerja-kerja BKSAP tidak terbengkalai dengan rangkap jabatan. Kita mengajukan Ustadz Surrahman sebagai Ketua BKSAP menggantikan Pak Hidayat,” jelas Kamal.
Menurut Kamal, Fraksi PKS sebenarnya cukup berat menarik Hidayat dari posisi BKSAP karena prestasi yang sudah ditorehkan. Di bawah kepemimpinan Hidayat, Indonesia dipercaya sebagai Parlemen Organisasi Negara Islam (PUIC) periode 2010-2014. Selain itu, Indonesia juga dipercaya menjadi perwakilan parlemen Islam untuk mengungkapkan kesuksesan Islam di Indonesia yang moderat, toleran, dan menghargai kemajemukan.
“Pak Hidayat sudah menjadi tokoh internasional dan mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia melalui diplomasi parlemen. Ini menjadi kebanggan bagi kami di PKS dan umumnya juga seluruh bangsa Indonesia,” tegasnya.
Kendati demikian, dengan pertimbangan tetap menjaga amanah, maka FPKS memutuskan untuk terus menjalankan kepercayaan sebagai Ketua BKSAP dan mengajukan nama baru, yakni Surahman Hidayat.
Sebelumnya, Surahman sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX (Bidang Perbankan dan Keuangan) serta Wakil Ketua Komisi VIII (Bidang Sosial dan Agama). Di internal PKS, Surahman menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS.
“Kami mengajukan Ustadz Surrahman dengan pertimbangan kapasitas dan pengalaman beliau di dalam dan luar negeri. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki jaringan internasional Islam yang luas. Sehingga Parlemen Indonesia di dunia Internasional bisa menorehkan lebih banyak prestasi lagi,” tutup Kamal. (ROL)
jalanpanjang.web.id - Dukungan terhadap calon Gubernur DKI nomor urut 4, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya dari dalam negeri, dukungan pun muncul dari masyarakat Jakarta yang ada di luar negeri.
Sekitar 100 orang yang terdiri dari para mahasiswa, ekspatriat, dan tenaga kerja yang bekerja di Malaysia berkumpul di Taman Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Ahad (20/5/2012). Para WNI ini menggelar acara yang bertema 'Penggalangan Dukungan Masyarakat Jakarta di Malaysia Untuk Hidayat-Didik'.
Menurut koordinator acara tersebut, Tomy Ismail, acara ini bertujuan untuk memberikan support atau dukungan moral kepada Hidayat-Didik untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Acara ini merupakan bentuk kepedulian kita akan kondisi sosial-politik di tanah air, khususnya Jakarta sebagai barometer bangsa Indonesia," ujar Tomy.
Dalam orasinya, ada tiga poin yang disampaikan. Pertama, masyarakat Indonesia di Malaysia ada sekitar 400 ribu dan 20% nya adalah warga Jakarta serta diharapkan dapat memilih pasangan Hidayat-Didik.
Kedua, penggalangan dana akan dioptimalkan sebesar-besarnya dari seluruh elemen (pelajar, TKI, ekspat, dosen dll) untuk pasangan no urut 4 tersebut . Ketiga, masyarakat yang mendukung diharapkan dapat menghubungi kerabat dan sanak keluarga yang berdomisili di Jakarta untuk mendukung Hidayat-Didik, tambahnya.
Acara yang diiringi rinai hujan tersebut juga diisi dengan teleconference dengan Hidayat Nurwahid secara langsung dari Jakarta. Beliau menyatakan rasa harunya dengan dukungan tersebut dan mengatakan bahwa Jakarta harus lebih baik dari Kuala Lumpur dan berharap semoga Allah memberkahi para pendukungnya di Malaysia.
Salah satu komentar dari peserta yang hadir, Bapak Ramadhan, seorang pedagang WNI yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Pasar Malam, Gombak juga menyatakan dukungannya secara penuh kepada Hidayat-Didik sebagai calon pemimpin DKI 1. (hidayatdidik.net)
Sekitar 100 orang yang terdiri dari para mahasiswa, ekspatriat, dan tenaga kerja yang bekerja di Malaysia berkumpul di Taman Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Kuala Lumpur, Ahad (20/5/2012). Para WNI ini menggelar acara yang bertema 'Penggalangan Dukungan Masyarakat Jakarta di Malaysia Untuk Hidayat-Didik'.
Menurut koordinator acara tersebut, Tomy Ismail, acara ini bertujuan untuk memberikan support atau dukungan moral kepada Hidayat-Didik untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Acara ini merupakan bentuk kepedulian kita akan kondisi sosial-politik di tanah air, khususnya Jakarta sebagai barometer bangsa Indonesia," ujar Tomy.
Dalam orasinya, ada tiga poin yang disampaikan. Pertama, masyarakat Indonesia di Malaysia ada sekitar 400 ribu dan 20% nya adalah warga Jakarta serta diharapkan dapat memilih pasangan Hidayat-Didik.
Kedua, penggalangan dana akan dioptimalkan sebesar-besarnya dari seluruh elemen (pelajar, TKI, ekspat, dosen dll) untuk pasangan no urut 4 tersebut . Ketiga, masyarakat yang mendukung diharapkan dapat menghubungi kerabat dan sanak keluarga yang berdomisili di Jakarta untuk mendukung Hidayat-Didik, tambahnya.
Acara yang diiringi rinai hujan tersebut juga diisi dengan teleconference dengan Hidayat Nurwahid secara langsung dari Jakarta. Beliau menyatakan rasa harunya dengan dukungan tersebut dan mengatakan bahwa Jakarta harus lebih baik dari Kuala Lumpur dan berharap semoga Allah memberkahi para pendukungnya di Malaysia.
Salah satu komentar dari peserta yang hadir, Bapak Ramadhan, seorang pedagang WNI yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Pasar Malam, Gombak juga menyatakan dukungannya secara penuh kepada Hidayat-Didik sebagai calon pemimpin DKI 1. (hidayatdidik.net)
jalanpanjang.web.id - Proses detik demi detak menjelang keputusan PKS untuk mengusung Kader terbaiknya menuju DKI 1 terjawab sudah. Kader di seluruh pelosok Indonesia dan Dunia tertunduk, inilah keputusan terbaik di saat-saat terakhir. Akhirnya PKS melepas salah satu kader terbaiknya yang telah teruji. Matang dalam konsepsi namun low profile dan terbiasa hidup sederhana membersamai masyarakat.
Kemudian, budaya PKS kembali dapat disaksikan Publik, Bang Sani yang selama ini disiapkan untuk maju menjadi DKI satu hanya dalam hitungan jam di gantikan pak Dayat. Tanpa ada gejolak apapun. Inilah kader PKS, memimpin bukan tujuan atau nafsu pribadi, tapi bagian dari kolektifitas tugas mengemban amanah yang di berikan jamaah dakwah yang dikenal juga sebagai gerakan Tarbiyah.
Walau pejabat, pak dayat terbiasa cukur di kaki lima
Pak Cahyadi, salah satu anggota Majelis Syura PKS juga menggambarkan prosesi ini dengan sangat indah, sebuah pelajaran tentang Taat dari Ust Hidayat dan belajar Ikhlas dari Bang Sani.
Cermin Bening : Dari Sani ke Wahid
Masyarakat boleh berkata apa saja tentang proses Pilkada DKI Jakarta. Media sudah banyak memberitakannya. Kader sudah melek dan senang membaca berita. Ada cermin bening, sangat bening, dalam proses yang menyertainya. Sangat banyak mutiara hikmah yang harus kita ambil darinya.
Adalah Triwisaksana, kader dakwah yang mendapatkan amanah untuk dimajukan dalam Pilkada. Kerja keras sudah dilakukannya, pagi, siang, sore hingga malam tiba. Keringat mengucur dengan deras, membasahi sekujur tubuhnya. Mencoba merangkai harapan masa depan, merenda cita-cita kemenangan, membayangkan Jakarta diliputi pribadi mulia.
Namun apa hendak dikata. Realitas politik sangat sulit diduga. Bang Sani menerima keputusan pimpinan, ia tidak jadi dimajukan dalam proses Pilkada. Pilihan yang sulit bagi para pimpinan partainya, karena sangat banyak kendala untuk tetap memajukan Triwisaksana. Pilihan telah ditetapkan, keputusan telah dikeluarkan, Hidayat Nurwahid tidak pernah menyangka. Ya, ustadz Hidayat mendapatkan amanah maju dalam Pilkada DKI Jakarta.
Coba lihat bagaimana sikap keduanya. Akhuna Triwisaksana bersikap sangat dewasa. Ustadzuna Hidayat bersikap sangat bijaksana. Baca saja media, berikut cuplikannya.
Kutipan Media – 1
Hidayat mengatakan, siap sepenuhnya mendukung Triwisaksana atau yang akrab dipanggil Sani, yang sebelumnya dicalonkan dalam pemilukada DKI Jakarta. “Jika Bang Sani maju, saya akan legowo untuk tim sukses pemilu,” lanjutnya.
Pada prinsipnya, kata Hidayat, Sani lebih berkompeten menjadi calon Gubernur. “Saya percaya partai akan memutuskan calon terbaik bagi DKI dan Indonesia. Secara prinsip, Sani cocok dan berkompeten,” kata dia.
Kutipan Media – 2
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana meski sebelumnya dideklarasikan sebagai bakal calon gubernur Jakarta mengaku tidak kecewa atas keputusan partainya yang mengusung Hidayat Nur Wahid sebagai calon resmi Partai Keadilan Sejahtera.
“Tidak kecewa dengan keputusan partai, memang pak Hidayat adalah tokoh yang lebih baik dari saya,” kata Triwisaksana yang turut mendampingi pendaftaran pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini sebagai cagub-cawagub PKS di KPUD Jakarta, Senin malam (19/3/2012).
Kutipan Media – 3
Bakal calon gubernur DKI Jakarta Triwisaksana mengaku tidak sakit hati atas kegagalannya maju sebagai DKI 1. Sani, salah seorang politisi muda PKS ini bahkan secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan Hidayat Nurwahid – Didik J. Rachbini.
“Tidak ada sakit hati sama sekali. Saya malah diminta untuk menjadi timses (tim sukses) kedua pasangan,” kata Bang Sani panggilan akrab Triwisaksana di Kantor KPUD DKI Jakarta, Senin (19/3/2012).
Menurut Bang Sani, pencalonan Hidayat Nurwahid sebagai calon gubernur DKI Jakarta dari PKS tidak perlu dipermasalahkan. Bang Sani menganggap Hidayat Nur Wahid merupakan kader terbaik PKS. “Itu proses yang biasa saja,” imbuhnya. Lalu apa alasan PKS tidak memilihnya maju sebagai calon DKI 1? “Pak Hidayat Miliki kapasitas ketimbang saya,” tukasnya.
Kutipan Media – 4
Triwisaksana yang sebelumnya dideklarasikan PKS sebagai calon gubernur, kini berharap pasangan yang diusung partainya akan menang dalam persaingan menuju Balaikota. Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq yang juga mendampingi pencalonan Hidayat – Rachbini mengatakan deklarasi pencalonan Triwisaksana sebelumnya merupakan ‘pemanasan’. Demikian media menuturkannya.
Subhanallah, lihatlah kedua kader terbaik kita. Demikian tinggi etika mereka jaga. Mereka saling melempar pujian kepada lainnya. Hidayat mengatakan siap mendukung Sani jika partai memilih Sani untuk maju dalam Pilkada. Hidayat menganggap Sani cocok dan memiliki kapasitas untuk memimpin Jakarta. Sebaliknya Sani menyatakan Hidayat lebih baik darinya. Subhanallah, betapa mulia mereka berdua.
Keduanya menyatakan siap menjadi Tim Sukses bagi yang lainnya, apabila dirinya tidak jadi dimajukan dalam Pilkada. Subhanallah, betapa mulia hati mereka. Presiden Partai menyatakan, Bang Sani telah melakukan pemanasan, bagi jalan yang akan dilalui oleh Hidayat Nurwahid untuk memimpin Jakarta.
Cermin bening itu, menjadi isyarat kebersihan niat dalam mengikuti proses Pilkada. Kebesaran jiwa Bang Sani, kebersahajaan ustadz Hidayat, menjadi modal utama memenangkan kontestasi politik menuju pemimpin DKI Jakarta.
Dari Sani ke Wahid, keduanya kader dakwah yang setia. Dari Sani ke Wahid, keduanya simbol perjuangan yang menggelora. Dari Sani ke Wahid, lihatlah tidak ada yang perlu terluka dan kecewa. Dari Sani ke Wahid, keduanya memang istimewa.
Dari Sani ke Wahid, keduanya kader dakwah yang setia. Dari Sani ke Wahid, keduanya simbol perjuangan yang menggelora. Dari Sani ke Wahid, lihatlah tidak ada yang perlu terluka dan kecewa. Dari Sani ke Wahid, keduanya memang istimewa. (cahyadi-takariawan.web.id)
jalanpanjang.web.id - Kader Jakarta sudah pernah merasakan dikeroyok saat PILKADA DKI tahun 2007 lalu, mental dan daya juang kader-kader PKS DKI teruji, dalam kondisi di keroyok alhamdulillah warga Jakarta mempercayakan 43% suaranya, InsyaAlloh di PILKADA DKI Jakarta tahun 2012 PKS akan mencalonkan kader terbaiknya, seperti disampaikan dalam release Ust Triwicaksana yang dimuat juga di akun Facebook beliau, berikut petikannya:
Jakarta (26/12) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mencalonkan kader terbaiknya dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung DKI Jakarta tahun 2012 mendatang. Dipastikan ada lebih dari satu kader yang bisa dicalonkan menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Jakarta Pusat Ir. Agus Setiawan, Minggu (26/12) disela-sela acara Musyawarah Cabang (Muscab) PKS se-Jakarta Pusat di Hotel Santika, Petamburan, Jakarta Pusat.
Menurut Agus Setiawan, PKS pernah dipercaya 43% warga Jakarta pada Pilkada 2007 lalu, bukan tidak mungkin dengan menggandeng berbagai elemen sosial politik yang ada, maka kepercayaan itu akan semakin besar.
“PKS Jakpus sendiri menyatakan siap mengusung kader terbaik PKS untuk maju, baik sebagai calon gubernur atau wakil gubernur,” terang insinyur teknik elektro lulusan Universitas Indonesia ini.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS DKI Jakarta Triwisaksana M.Sc., dalam sambutannya di acara yang sama menyatakan agar segenap kader PKS lebih memerhatikan kondisi sosial di sekitar rumah mereka.
“Kepercayaan politik, akan diberikan hanya kepada partai politik yang hadir di setiap peristiwa suka dan dukanya masyarakat, teruslah beri perhatian kepada warga tanpa melihat latar belakang kelas sosial, suku dan agama mereka,” ujar Triwisaksana.
Menurutnya, kemenangan politik dalam Pilkada dan Pemilu mesti diraih dengan cara-cara yang elegan dan jujur. Ia tidak memercayai masyarakat Jakarta pragmatis dan hanya mempertimbangkan hal-hal material dalam memilih kepala daerah atau partai politik di Pemilu.
PKS DKI Jakarta telah menyelesaikan suksesi kepemimpinan di tingkat wilayah dan daerah. Saat ini, konsolidasi tingkat mulai mendekati akhir dengan penyelenggaraan Muscab di 44 kecamatan di seluruh DKI Jakarta. Musyawarah Cabang DPC PKS se-Jakarta Pusat ini diselenggaran bersamaan waktu dan tempatnya di Hotel Santika Premiere, 26 Desember 2010.
Bismilaahhir Rahmaanir Rahiim,
Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk ikut dalam acara buka bersama dengan Ketua MPR-RI, DR Muhammad Hidayat Nurwahid, MA di rumah dinasnya, kompleks Widya Chandra dengan beberapa ikhwah. Ketika saya masuk ke rumah dinas beliau tsb, maka dalam hati saya bergumam sendiri: Alangkah sederhananya isi rumah ini.
Saya melihat lagi dengan teliti, meja, kursi2, asesori yg ada, hiasan di dinding. SubhanaLLAH, lebih sederhana dari rumah seorang camat sekalipun. Ketika saya masuk ke rumah tsb saya memandang ke sekeliling, kebetulan ada disana Ketua DPR Agung Laksono, Wk Ketua MPR A.M Fatwa, Menteri Agama, dan sejumlah Menteri dari PKS (Mentan & Menpera) serta anggota DPR-RI, serta pejabat-pejabat lainnya.
Lagi-lagi saya bergumam: Alangkah sederhananya pakaian beliau, tidak ada gelang dan cincin (seperti yang dipakai teman-teman pejabat yangg lain disana). Ternyata beliau masih ustadz Hidayat yg saya kenal dulu, yang membimbing tesis S2 saya dengan judul: Islam & Perubahan Sosial (kasus di Pesantren PERSIS Tarogong Garut). Terkenang kembali saat-saat masa bimbingan penulisan tesis tersebut, dimana saya pernah diminta datang malam hari setelah seharian aktifitas penuh beliau sebagai Presiden PKS, dan saya 10 orang tamu yang menunggu ingin bertemu.
Saya kebagian yg terakhir, ditengah segala kelelahannya beliau masih menyapa saya dengan senyum : MAA MAADZA MASAA’ILU YA NABIIL? Lalu saya pandang kembali wajah beliau, kelihatan rambut yang makin memutih, beliau bolak-balik menerima tamu, saat berbuka beliau hanya sempat sebentar makan kurma dan air, karena setelah beliau memimpin shalat magrib terus banyak tokoh yg berdatangan, ba’da isya & tarawih kami semua menyantap makanan, tapi beliau menerima antrian wartawan dalam & luar negeri yang ingin wawancara.
Tidak terasa airmata ana menetes, alangkah jauhnya ya ALLAH jihad ana dibandingkan dengan beliau, saya masih punya kesempatan bercanda dengan keluarga, membaca kitab dsb, sementara beliau benar-benar sudah kehilangan privasi sebagai pejabat publik, sementara beliaupun lebih berat ujian kesabarannya untuk terus konsisten dalam kebenaran dan membela rakyat. Tidaklah yang disebut istiqamah itu orang yang bisa istiqamah dalam keadaan di tengah-tengah berbagai kitab Fiqh dan Hadits seperti ana yang lemah ini.
Adapun yang disebut istiqamah adalah orang yg mampu tetap konsisten di tengah berbagai kemewahan, kesenangan, keburukan, suap-menyuap dan lingkungan yang amat jahat dan menipu. Ketika keluar dari rumah beliau saya melihat beberapa rumah diseberang yang mewah bagaikan hotel dengan asesori lampu-lampu jalan yg mahal dan beberapa buah mobil mewah, lalu ana bertanya pada supir DR Hidayat : Rumah siapa saja yg diseberang itu? Maka jawabnya : Oh, itu rumah pak Fulan dan pak Fulan Menteri dari beberapa partai besar. Dalam hati saya berkata: AlhamduliLLAH bukan menteri PKS. Saat pulang saya menyempatkan bertanya pada ustadz Hidayat: Ustadz, apakah nomor HP antum masih yang dulu?
Jawab beliau: Benar ya akhi, masih yg dulu, tafadhal antum SMS saja ke ana, cuma afwan kalo jawabannya bisa beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, maklum SMS yang masuk tiap hari ratusan ke saya. Kembali airmata saya menetes. alangkah beratnya cobaan beliau & khidmah beliau untuk ummat ini, benarlah nabi SAW yang bersabda bahwa orang pertama yang dinaungi oleh ALLAH SWT di Hari Kiamat nanti adalah Pemimpin yang Adil. Sambil berjalan pulang saya berdoa : Ya ALLAH, semoga beliau dijadikan pemimpin yang adil dan dipanjangkan umur serta diberikan kemudahan dalam memimpin negara ini. Aaamiin ya RABB.
Penulis: Ust Nabil Almusawa















