• Beranda
  • Subscribe to my RSS
  • Twitter
  • FB Fan Page

.

  • Home
  • Kiprah Dakwah
    • Parlemen
    • Eksekutif
    • Teladan
    • Internasional
    • Aksi Sosial
    • Struktur
  • Kabar Dakwah
    • Internasional
    • Nasional
    • Palestina
    • Internasional
    • Bayan
    • Agenda
  • Suplemen
    • Wawasan
    • Inspirasi
    • Tokoh
    • Menjawab Fitnah
    • Pilar
  • Topik Khusus
    • Serial Cinta
    • Mavi Marmara 1
    • 2011
      • Revolusi Mesir
      • Operasi Menggoyang PKS
      • Kepergian Bunda Yoyoh
      • Kemenangan AKP Turki
    • Pilkada DKI 2012
    • Category
  • Resensi
  • Info
    • Beasiswa
    • Lowongan
    • Lomba
    • Category
  • Video
  • Opini
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan


jalanpanjang.web.id - Iedul Fithri adalah program Allah yang didahului dengan tajdidul fithrah. Pada dasarnya semua Ansyitah Ramadhan mendorong kita kembali kepada fitrah.

Bila orang gembira karena meninggalkan puasa Ramadhan maka kita gembira karena ada perubahan fitrah dan mampu memperbaharui fitrah kita. Sebab kita hanya akan mampu menempuh kehidupan apabila kita memiliki fitrah yang utuh. Artinya kita memiliki keutuhan mesin penggerak kehidupan itu sendiri sebab hidup dengan Islam berarti hidup dengan fitrah.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum, 30: 30)

Sementara itu, Iedul Adha merupakan program Allah yang orientasinya adalah tajdid ruhul bazl wa tadhhiyah (semangat memberi dan berkorban). Bila orang bergembira karena memperoleh daging kurban maka kita hanya dapat bergembira apabila kita memperoleh sikap ruhul bazl wa tadhhiyah.

Semangat fitrah tanpa ruhul badzl wa tadhhiyah bagaikan mesin tanpa bahan bakar. Mesin Islam hanya dapat melaju dengan kesiapan memberi dan berkorban di jalan Allah.

Cara mempertahankan kefitrahan kita adalah dengan melanjutkan sunnah dan tradisi Ramadhan meskipun intensitasnya tidak sama tetapi harus berkelanjutan. Ini merupakan ma'alim ta'abudiyah. 

Hal ini meliputi :

Pertama, perhatikan ansyithah fikriyah (Aktivitas Pemikiran). Membangun dan memelihara keutuhan fitrah sama artinya dengan merealisasikan daurul fitri fil ibadah yaitu tadzakur dan tafakur yang senantiasa memerlukan dua ma'alim utama, (1) Ma'alim ta'abudiyah (rambu-rambu ibadah) yang intinya ashalah dzikriyah (orisinalitas zikir), yang merupakan upaya lit ta'shil (orisinalisasi), (2) Ma'alim kauniyah (rambu-rambu alam semesta) yang intinya adalah ashalah fikriyah (orisinalitas pemahaman) merupakan upaya lit tathwir (pengembangan).

Ashalah Insaniyah (orisinalitas kemanusiaan), ashalah Islamiyah (orisinalitas Islam), da'wiyah, jamaiyah dibangun oleh ansyithah fikriyah. Kita tidak cukup berorientasi pada ashalah aqidah, fikrah dan minhajiah. Sebab bila ketiganya berlangsung tanpa pengembangan akan berbahaya. Kita akan terjebak pada kejumudan yang membawa malal (kebosanan) dan futur.

Seorang muslim bisa jadi beraqidah shahihah tetapi ketinggalan kereta peradaban. Atau berminhaj jelas dan benar tetapi tidak mampu berkembang karena dha'ful wasail amaliyah (lemah sarana amal). Melalui ansyithah amaliah lit tathwir (aktivitas amal untuk pengembangan) diharapkan kita mampu rukubul hadharah (mengendarai peradaban). Karena seorang muslim dituntut memberi dan berkorban secara maksimal dalam roda perjalanan sejarah yang terus menerus berkembang.

Dalam da’wah senantiasa diperlukan dua unsur : aslih nafsaka wad'uu ghairok (perbaiki dirimu, serulah orang lain). Seorang muslim dituntut menjadi shalihun wa muslihun (baik dan melakukan perbaikan), shalihun linafsihi wa muslihun li ghairihi—memperbaiki diri dan orang lain. Sebagaimana firman-Nya,

“Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj, 22: 77)

Disini disebutkan bahwa kemenangan ditentukan dua unsur: irka'uu wasjuduu wa'buduu (yaitu ruku, sujud, dan menyembah) yang merupakan ansyithah dzikriyah lit ta'shil (kegiatan zikir untuk menjaga orisinalitas) dan waf'alul khaira (berbuat kebajikan) yang merupakan ansyithah fikriyah lit tathwir (kegiatan pemikiran untuk pengembangan).

Daurul fitri melalui visi dan misi ibadah serta fungsi khilafah dengan ma'alim ta'abudiyah dan ma'alim kauniyahnya Insya Allah akan membuat kita mampu mengikuti dinamika sejarah, isu kemanusiaan, tren peradaban, perkembangan politik dan sebagainya.

Kedua, perhatikan tathwir 'amal jam'iy wat tanzhimiy (Pengembangan 'Amal Jama'i dan Struktur). Dengan personal/kader inti yang memiliki Al-Fahmus syamil wal iltizamul kamil da’wah yang berkonsepsi syumuliyah mutakamilah akan senantiasa berkembang pesat dari waktu ke waktu. Sebab setiap unsur ke-syumuliyah-an dan ke-takamuliyah-an harus terpadu mengikuti kebutuhan umat dan hadharah insaniyah (peradaban manusia) di tengah realitas dunia yang berkembang.

Maka jika pada mulanya kita bergumul dengan ansyithah tajnidiyah (kegiatan kaderisasi), secara pasti kita akan melangkah dan berkembang lebih luas. Dahulu kita berhubungan dengan zawil kafaat tajnidiyah dengan ansyithah di sekitar itu, tetapi kemudian kita berhadapan dengan pengembangan ansyithah karena ingin mewujudkan kesyumuliyahan dan ketakamuliyahan da’wah.

Dalam suasana ini, adalah keliru bila kita mengartikan tajarrud sebagai meninggalkan ansyithah syumuliyah demi terwujudnya tajnidiyah. Tajarrud bukan meninggalkan semua tetapi justru membawa semua secara tawazun. Masalahnya kita harus pandai menentukan prioritas amal jama'iy. Problematika kita adalah bagaimana kita mengatur waktu; menentukan yang dharuriy, hajiyaat dan tahsinaat; kemudian melaksanakan kewajiban kita secara ihsan. Inallaha katabal ihsan 'ala kulli syaiy'i.

Perhatian kita sebagai afrad jama'ah hendaknya pada seluruh elemen kehidupan manusia. Dengan sendirinya potensi dan aktifitas akan terbagi namun bila kesemuanya dibingkai dengan wihdatul aqidah, wihdatul fikrah dan wihdatul minhaj yang kita miliki akan meraih keberkahan dan rahmat Allah Ta’ala. Selain itu, semua aktifitas hendaknya terpadu erat, bukan langkah infiradi (perseorangan) yang nyelonong. Harus terikat dengan barnamij dan harus ter-takhtith (rencana) dengan baik.

Jamaah memiliki tingkat ekspansi yang tinggi, sedangkan manusia telah digariskan tabiatnya untuk da’wah ini. Selama kita (afrad jamaah) memiliki mawazin dan memiliki qiyam fitriyah Insya Allah perkembangan jamaah pun akan sehat. Untuk peningkatan ekspansi baramij tarbawiyah (program tarbiyah) aktifitas jamaah sifatnya hanya stimulans, hanya menjadi pemicu dan pemacu. bukan satu-satunya baramij yang harus direalisasikan. Diperlukan usaha yang besar dalam tarbiyah dzatiyah.. Untuk merealisasikan tausi'ah wa tarqiyah (perluasan demografis dan peningkatan SDM) senantiasa diperlukan ubudiyah wa 'ulumiyah atau dengan kata lain da’wah wat tarbiyah.

Karena itu kita memerlukan junud (laskar) yang siap memikul beban da’wah, bukan malah menjadi beban. Sebab jama'ah kita bukan sekolah kendati suasana tarbiyah-mentarbiyah dihidupkan di segala sisi untuk mewujudkan syumuliyah dan takamuliyah perkembangan da’wah. Juga bukan rumah sakit tetapi kumpulan orang-orang sehat yang saling bersinergi memberi dan berkorban, saling membantu, senasib sepenanggungan.
Marilah kita tingkatkan aktifitas jamaah ini dengan meningkatkan sifat kekaderannya di berbagai bidang sehingga terwujud junud da’wah sejati. Sebab hanya kader yang mampu memikul beban yang dapat saling bekerja sama secara harmonis.

Standar tarbiyah yang ada dalam baramij juga hendaknya mengantisipasi masalah ini. Jangan terpaku pada baramij rismiyah, karena apa artinya bila kita mabit tetapi tidak mampu melakukan ekspansi da’wah. Atau sibuk mengurus tanzhim tetapi tak mampu mengurus daulah. Karena itu dalam mutaba'ah hendaknya jangan kaku dengan aturan menyangkut kehadiran di liqa’ padahal seorang akh mempunyai nasyath tanzhimiyah (aktivitas struktural) yang lebih dharuriy. Ini hendaknya menjadi perhatian bagi para Pembina.

Ketiga, perhatikan tathwir 'ilmi wats tsaqafi wal hadhari (pengembangan ilmu, wawasan dan peradaban). Memperhatikan pengembangan ilmu, tsaqafah dan peradaban ini sangat penting untuk meningkatkan penguasaan kita terhadap wasail (sarana) dan asalib hadhariyah fid da’wah. Juga menangkal segala jarasim fikriyah (virus pemikiran) yang akan merusak da’wah yang datang dari berbagai arah, serta mewujudkan suatu alternatif (badil) bagi peningkatan wawasan umat Islam.

Afrad jamaah hendaknya mampu mengantisipasi masa depan dengan memahami perkembangan tren ilmu dan teknologi, tren ekonomi, politik dan budaya, bahkan hendaknya kita mampu melangkah dengan menjadikannya sebagai sarana da’wah. Karena itu, belajar dan tingkatkan wawasan. Seraplah informasi dunia khususnya yang terkait dengan tathwir 'ilmi was siyasi ini sehingga kita mampu memahamkan masyarakat melalui unsur-unsur hadhari ini.

Keempat, perhatikan tathwir ijtima'iy wal iqtishady (pengembangan sosial dan ekonomi). Masalah sosial dan interaksinya dengan perkembangan hadharah selalu berubah dan berkembang terus menerus. Kuasailah suasananya tanpa meninggalkan prinsip dan kepribadian kita. Kita bergaul dengan masyarakat dengan dua acuan: ansyithah ijtimaiyah dakhiliyah (aktivitas kemasyarakatan internal) dan ansyithah ijtimaiyah kharijiyah (aktivitas kemasyarakatan eksternal). Jadi jangan menjadi orang yang aneh di tengah kaum muslimin sendiri.

Dalam ansyithah dakhiliyah seluruh stelsel dan elemen tanzhim tersentuh dan tercover dengan ta'awun iqtishadiy dan takaful ijtima'iy. Jangan sampai ada yang mengeluh dalam masalah ekonomi, berta'awunlah. Sedangkan untuk nasyath kharijiyah kita bertanggungjawab pula mensejahterakan umat. Kita lebih wajib merealisasikan surat Al-Ma'uun yang mengharuskan kita menyeimbangkan ibadah dan fungsi sosial di tengah umat. Prinsip kita: nahnu minhum, nahnu ma'ahum wa nahnu lahum.

Dalam masalah ijtimaiyah ini Rasul memberi taujih da’wah dengan pola yang jelas dengan berbagai pendekatan: Dengan pendekatan bahasa dan budaya, khatibun naasa 'ala qadri lughatihim (bicaralah dengan masyarakat sesuai dengan bahasa mereka); pendekatan intelektual, khatibun nasa 'ala qadri uqulihim (bicaralah dengan masyarakat sesuai dengan kemampuan nalar mereka); pendekatan sosial, anzilun nasa manazilahum (tempatkanlah masyarakat sesuai dengan kedudukan mereka); pendekatan ekonomi, tu'khadzu min aghniyaaihim wat turadduu ila fuqaraaihim (ambillah sebagian harta orang-orang kaya mereka dan bagikanlah ke orang-orang miskin di antara mereka)

Kelima, perhatikan tathwir siyasi (pengembangan politik). Yaitu kemampuan kita merekayasa pendayagunaan potensi internal maupun eksternal untuk tujuan-tujuan kita. Di antara potensi manusia sebagai musakhar, kita harus mampu melakukan politican engineering (rekayasa politis).

Tidak seluruh wihdatus shaf itu jamaah, jamaah hanya berperan sebagai intinya. Wihdatus shaf adalah umat dalam satu ideologi dan kita menyertakan mereka dalam perjuangan.

Dalam rekayasa politik kita dapat melakukan: (1) Aliansi ideologis, yaitu kerjasama dengan kelompok Islam dari kalangan orang-orang yang memiliki kemiripan akidah dan fikrah dengan kita, (2) Aliansi strategis, yaitu kerjasama dengan kelompok-kelompok yang memiliki tujuan yang sama, seperti dengan kelompok nasionalis yang sama-sama bertujuan mensejahterakan rakyat, (3) Aliansi taktis, yaitu kerjasama dengan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan bersama, (4) Aliansi teknis, yaitu kerjasama yang sifatnya semata-mata istifadah, memanfaatkan dan memberi manfaat.

Keempat aliansi ini dapat direalisasikan bila kita memiliki kredibilitas politik dilandasi dengan kemampuan handasah siyasiyah (kecerdasan politik).

Wallahu a’lam

Ust. Hilmi Aminudin / Al-Intima.com


jalanpanjang.web.id - Lelaki kaya raya itu menangis tersedu-sedu selama berhari-hari, menjelang kematiannya. Bukan karena ia takut mati. Atau sedih karena harus meninggalkan kekayaannya yang melimpah ruah. Ia justru sedih karena tak mengerti bagaimana menafsirkan makna kekayaan dan kemakmurannya.

Begini ia bertanya kepada dirinya sendiri : " Ada sahabat Rasulullah saw yang lain jauh lebih baik dariku, yaitu Mus'ab bin Umair, yang ketika wafat tidak meninggalkan harta sedikitpun juga. Ia bahkan tidak punya cukup kain kafan untuk menutupi jasadnya, hingga jika kepalanya ditutup maka kakinya terbuka, jika kakinya ditutup maka kepalanya terbuka. Lalu apa artinya bahwa mendapatkan kekayaan yang melimpah ruah ini sementara mereka tidak?? Tidakkah kekayaan ini malah akan mengantarkan aku ke neraka??"

Lelaki kaya itu, Abdurrahman bin Auf, mengulang-ulang pertanyaan itu, sembari menangis, sampai ia menghembuskan nafasnya yang terakhir

Kebanyakan kita belajar makna zuhud dari cerita itu. Tapi begitu kita menarik konteks di mana Abdurrahman bin Auf hidup dan bekerja, segera saja kita temukan nama beliau di deretan para sahabat Nabi yang ikut berjihad di semua medan tempur sepanjang hidupnya, ahli ibadah yang tidak kenal lelah, penderma yang tidak pernah berhenti berderma, yang pertama kali mengundurkan diri dari pencalonannya sebagai khalifah setelah Umar bin Khattab terbunuh. Semua makna zuhud ada di situ, persis di jantung kepribadiannya. Ia seharusnya tidak perlu menangis seperti itu jika semua makna zuhud itu kita nisbatkan kepada dirinya

Tapi begitulah mereka. Mereka mewariskan pelajaran lain yang belum kita pahami. Abdurrahman bin Auf, satu diantara sekian nama besar pengusaha dari kalangan sahabat Rasulullah SAW, yang bekerja keras menciptakan kemakmuran dan kekayaan di tengah masyarakat Muslim yang baru berkembang menjadi pemimpin peradaban baru. Pembebasan-pembebasan yang terjadi sejak masa Abu Bakar hingga tujuh tahun pertama masa pemerintahan Usman bin Affan telah memberikan kemelimpahan bagi kaum Muslimin. Mereka mendapatkan wilayah-wilayah baru dengan segala isinya, yang salah satu artinya adalah pertambahan dan penggandaan pada pendapatan pemerintah, baik pada sumber yang sebelumnya sudah ada seperti zakat dan ghanimah, atau dari sumber yang baru seperti jizyah, kharaj dan usyur

Itu menjelaskan tafsir utama atas kemakmuran di era itu: bahwa pada mulanya kemakmuran itu diciptakan oleh pembebasan-pembebasan besar. Kelak sejarah mencatat kebenaran fakta ini: bahwa bangsa-bangsa yang makmur selalu mencatat sejarah kemakmurannya dari kemenangan-kemenangan besar dalam perang-perang besar. Kemakmuran Eropa dan Amerika, misalnya, adalah hasil kemenangan dalam perang dunia pertama dan kedua serta perang dingin.

Tapi itu bukan tafsir tunggal atas kemakmuran. Pembebasan-pembebasan besar memberikan kemelimpahan pada sumber daya untuk menciptakan kemakmuran. Tapi hanya bangsa yang memiliki pengusaha-pengusaha besar yang bisa memanfaatkan dan mengkapitalisasi sumber daya baru itu menjadi kekayaan yang melimpah. Begitulah kemakmuran terjadi di era itu: pembebasan-pembebasan besar memberi tambahan sumber daya, tapi di tangan dingin para pengusaha tangguh, seperti Abdurrahman bin Auf dan Usman bin Affan, sumber daya itu menjadi kekayaan yang melimpah. 

Lihatlah misalnya, bagaimana Usman bin Affan menghilangkan dominasi pengusaha Yahudi di Madinah. Mereka tidaklah lebih besar dari para pengusaha lain. Tapi mereka adalah pengusaha pembelajar. Dan diantara yang mereka pelajari adalah bagaimana mengimbangi ketangguhan para mujahidin yang terus-menerus membebaskan wilayah-wilayah baru sembari mengimbangi pengusaha-pengusaha setempat yang sebelumnya mendominasi wilayah itu. Amerika mungkin punya jenderal Mc Arthur yang menaklukkan kawasan pasifik dalam perang dunia kedua, tapi juga punya Bill Gate yang mengisi komputer-komputer kita dengan softwarenya atau Warren Buffet yang mengisi lantai bursa kita dengan investasi-investasinya. Begitu juga era itu: ada pembebas sekaliber Khalid bin Walid, tapi juga ada pengusaha tangguh seperti Abdurrahman bin Auf dan Usman bin Affan

Jadi tangis Abdurrahman bin Auf itu adalah pertanyaan yang rendah hati: bisakah perannya sebagai pengusaha mengimbangi peran para mujahidin di mata Allah??  

Oleh : Anis Matta
Serial Pembelajaran,  Majalah Tarbawi edisi 212 hal.78-79


jalanpanjang.web.id - Banyak orang yang tiba-tiba saja menanyakan kepada saya ”Mas, Jawa-nya dari mana?” Bahkan ada pula yang begitu bersalaman untuk berkenalan, langsung mengajak saya bicara dengan bahasa Jawa. Padahal saya adalah putra Minang tulen. Cuma numpang lahir di Pulau Jawa.

Saya dilahirkan di Kota Yogyakarta 20 Desember 1963, ketika kedua orang tua saya sedang tugas belajar di kota itu. Usia tiga tahun, saya diboyong ke Semarang, lalu ke Cirebon. Di kota udang ini saya masuk ke Sekolah Dasar. Mungkin karena nama saya Irwan Prayitno ada huruf ”O” di akhir katanya, banyak orang menduga saya made-in Jawa padahal sebenarnya tidak.

Keluarga Asli Minang yang Harmonis dan Bahagia

Datuak sebagai aktivis Islam, menikah di usia muda dengan sesama aktivis dalam rangka mempercepat dakwah Islam. Kedewasaan, dinamika kehidupan dan kesamaan pemikiran membentuk pasangan muda ini menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia

Sang istri, Hj Nevi Zuairina yang lahir pada 20 September 1965 berasal dari suku Sepanjang. Aktivitas keseharian sang istri adalah sebagai Pengurus dan Pendiri TK Anak Bangsa di Komplek DPR RI, Sekretaris Ranting Aisyiah Kalibata dan Pengurus Yayasan Tazkiyatun Nafs.

Datuak memiliki 10 orang anak, yaitu: Jundi Fadhlillah, Waviatul Ahdi, Dhiya’u Syahidah, Anwar Jundi, Atika, Ibrahim, Shohwatul Islah, Farhana, Laili Tanzila dan si bungsu Taqiya Mafaza. Kesepuluh anaknya memiliki prestasi tersendiri. Di antaranya ada yang menjadi juara umum di sekolahnya.

Keluarga Datuak yang memiliki banyak anak sempat mengherankan tetangga mereka. Namun Datuak dan istri tidak pernah merasa repot dengan anak mereka yang banyak. Mereka ikhlas dalam menjalani kehidupan sehingga tidak dipusingkan dengan anak banyak.

Ayahanda Datuak Drs H Djamrul Djamal SH, adalah Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dan Dosen IAIN Imam Bonjol yang menamatkan pendidikan di PTAIN (IAIN) Yogyakarta dan Fakultas Hukum Unand. Ia berasal dari Suku Bendang Baruah, daerah asal Simabur, Batusangkar

Ibundanya, Dra Hj Sudarni Sayuti (Alm) yang juga Dosen IAIN Imam Bonjol Padang, berasal dari Suku Tanjuang dimana daerah asalnya adalah Taratak Paneh, Kuranji, Padang. Pendidikan yang sempat ditamatkannya adalah PTAIN (IAIN) Yogyakarta.

Didikan orangtua Datuak yang sarat dengan nilai Islam dan ilmu pengetahuan telah membentuk watak yang mendukung keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangganya.

Bapak Mertua Datuak, Drs H Zulchair Narun, dari Suku Jambak, merupakan Pensiunan Departemen Perindustrian. Ia Berasal dari daerah Salido, Pesisir Selatan. Sementara Ibu Mertua, Hj. Elbiza Rose, suku Sepanjang, berasal dari Indarung, Lubuk Kilangan, Padang.

Adik-adiknya, Khairul Ikhwan, Adib Al Fikri dan Dewi Fitriana. Mereka sedang menyelesaikan pendidikan S2.

Datuak dan istri telah menunaikan ibadah Haji dan Umroh. Datuak berkesempatan melakukan Umroh dengan rombongan PKS, kemudian dengan Wakil Ketua DPR RI, AM Fatwa, lalu dengan Wakil Presiden RI, Hamzah Haz.

Datuak Penghulu, Mengabdi Bagi Masyarakat

Di kampung asalnya, masyarakat memberikan kepercayaan kepada Datuak untuk diangkat menjadi Datuak Penghulu Suku Tanjuang di Kanagarian Pauh IX yang sekarang sebagian wilayahnya menjadi Kecamatan Kuranji Kota Padang. Sebagai Datuak Penghulu di kaum dan sukunya ia mendapat gelar Datuak Rajo Bandaro Basa.

Kehidupan bermasyarakat senantiasa dilaksanakan dalam berbagai kesempatan. Keterlibatan dengan masyarakat melalui pendidikan dilaluinya dengan aktif di Yayasan Pendidikan Islam Cendikia dan ADZKIA yang berkedudukan di Padang. Bahkan ia pun dipercayakan menjadi Dewan Penyantun Yayasan INS Kayutanam.

Pagi subuh Datuak sudah bertemu dengan masyarakat melalui ceramah-ceramah yang ia berikan dan dilanjutkan dengan tarbiyah. Hingga malam ia mengikuti rapat-rapat di DPR RI membahas persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Datuak dipercaya menjadi Pembina Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Pauh Sembilan Wilayah Utara (IKAMPAWIRA).

Di samping itu, menjadi Dewan Pengarah Pengurus Pusat Gebu (Gerakan Ekonomi dan Budaya) Minang. Untuk berbakti pada kota asalnya Datuak dipercayakan menjadi Pembina Badko IKK (Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Kota) Padang.

Di SMA 3 Padang, tempat ia sekolah dan pernah menjadi juara umum, Datuak diamanahkan sebagai Dewan Penyantun Komite Sekolah dan Ketua Dewan Pembina Alumni SMA 3 Padang.

Darah Muhammadiyah yang mengalir pada dirinya diaktualisasikan dengan menerima amanah menjadi Pembina IKBAL AMM Sumbar Jaya (Ikatan Keluarga Besar Alumni Angkatan Muda Muhammadiyah Sumatera Barat Jakarta Raya), kemudian berkiprah sebagai dosen Magister Manajemen dan Anggota Senat di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Kesemua hal ini telah menjadikan Datuak diterima di berbagai lapisan masyarakat. Bahkan di pentas Nasional kini, Datuak telah memiliki relasi luas, di antaranya para pejabat negara, investor asing, LSM dalam dan luar negeri, jurnalis dalam dan luar negeri, aktivis mahasiswa, politisi dan pimpinan partai politik, peneliti dalam dan luar negeri, akademisi, ulama, intelektual, ekonom, masyarakat profesional, kalangan militer dan lainnya. Luasnya hubungan Datuak dengan dunia luar dan berbagai kalangan ini merupakan potensi untuk mambangkik batang tarandam dan mengabdi bagi masyarakat.

Biodata

Nama : Irwan Prayitno
Gelar Penghulu Suku Tanjung Pauh IX Padang: Datuk Rajo Bandaro Basa
Tanggal Lahir : 20 Desember 1963
Kewarganegaraan : Indonesia
Status Perkawinan : Menikah, memiliki 10 anak dan 1 cucu
Suku Bangsa : Tanjung, (Minang, Taratak Paneh, Kuranji, Padang)
Agama : Islam
Keluarga
Istri: Hj. Nevi Zuairina
Anak :
1. Jundy Fadhlillah (Alumnus FE Unand, Kuliah S2 di Amerika)
2. Wafiatul Ahdi (Kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia) Menikah dengan Irfan Aulia Syaiful
3. Dhiya'u Syahidah (Kuliah di Institut Teknologi Bandung)
4. Anwar Jundi
5. Atika
6. Ibrahim
7. Shohwatul Islah
8. Farhana
9. Laili Tanzila
10.Taqiya Mafaza

Bapak : Drs. H. Djamrul Djamal, SH - Suku Minang
Ibu : Dra. Hj. Sudarni Sayuti (Alm) - Suku Minang

Bapak Mertua : Drs. H. Zulchair Narun (Alm)
Ibu Mertua : Elbiza Rose

Pendidikan

1970 - 1976 Sekolah Dasar Negeri 4, Kebon Baru, Cirebon
1976 - 1979 Sekolah Menengah Pertama 1, Padang
1979 - 1982 Sekolah Menengah Atas 3, Padang
1982 - 1988 S-1 Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi, Jakarta
1995 - 1996 S-2 Universiti Putra Malaysia, MSc Bidang Human Resource Development
1996 - 2000 S-3 Universiti Putra Malaysia, PhD Bidang Training Management (Lulus Cumlaude dengan IPK 3,97)
2005 Kursus Singkat Angkatan XIII, Lemhannas RI

Pekerjaan

Gubernur Sumatera Barat Periode 2010-2015
Dosen Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta (MM UMJ)
Guru Besar Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Resource Development) di Universitas Muhammadiyah Jakarta, sejak 2008

Pengalaman Kerja

1982-1988 Guru SMA Swasta, Jakarta (SMA P.B. Sudirman dan SMA Fathiyyah).
1982-1993 Bisnis perdagangan (buku dan pakaian jadi. P.O. Wafi Collection).
1982-1985 Konselor pendidikan, Lembaga Nurul Fikri, Jakarta.
1984-1988 Asisten peneliti, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Jakarta.
1985-1988 Konselor sekolah SMA P.B. Sudirman, Jakarta.
1986-1988 Asisten konsultan psikologi (Human Resources) Maeutika Jakarta.
1988-1994 Psikolog di Lembaga Konsultansi Psikologi Dasa Mitra Mandiri, Padang.
1988-1995 Konsultan Human Resources di beberapa perusahaan (part timer).
• PT. Semen Padang
• PT. AK Jasa Raharja, Padang
• PT. Elektrindo, Padang
• PT. Astra Motor, Padang
• PT. Sumbarin Mercedez Benz, Padang
• PT. Pan Java, Co. Coca Cola.
• BPKP Sumbar
• BRI Sumbar Riau
• BTN Sumbar
• PT. Telekom Jakarta
1988- 1997 Konsultan dan Psikolog di LPK Konsultansi ADZKIA (full timer).
1988- 1995 Direktur LPK Konsultansi ADZKIA, Padang. 1991- 1994 Dosen Psikologi Industri, AKABAH Bukit Tinggi.
1991 -1995 Dosen Luar Biasa (Kuliah Psikologi Industri) FMIPA, Universitas Andalas, Padang.
1990-1995 Komisaris C.V. Islahi, Padang.
1992-1994 Sekretaris Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia, Cabang Sumatra Barat.
1990-1995 Trainer di Yayasan Pendidikan Islam Cendekia dan Yayasan AI-Madani,Padang.
1994-1995 Dosen Psikologi Anak, PGTK-PGTQ ADZKIA, Padang.

Penulis Buku

Buku Seri Pendidikan Islam
1. Ma’na Asy-Syahaadatain
2. Ma’rifatullaah
3. Ma’rifah Ar-Rasuul
4. Ma’rifah Al-Islaam
5. Ma’rifah Al-Insaan
6. Ma’rifah Al-Qur’aan
7. Al-Ghazw Al-Fikri
8. Hizb Asy-Syaithaan
9. Qadhaayaa Ad-Da’wah/Al-Ummah
10. Al Haq Wa Al-Baathil
11. Takwiin Al-Ummah
12. At-Tarbiyah al-Islaamiyah Al-Harakiyah
13. Fiqh Ad-Da’wah
14. Membentuk Kepribadian Muslim
15. Kepribadian Muslim
16. Kepribadian Dai

Buku Seri Pendidikan Anak
1. Ajaklah Anak Bicara
2. Ketika Anak Marah
3. 24 Jam Bersama Anak
4. Membangun Potensi Anak
5. Tips Bergaul dengan Anak
6. Anakku, Penyejuk Hatiku

Buku Seri Pendidikan Masyarakat
1. Pemuda Islam, Generasi Penerus
2. Wanita Islam Perubah Bangsa
3. Dilema Kebijakan Energi
4. Mengkritisi Kebijakan Pemerintah
5. Dai di Tengah Kegalauan Politik
6. Pemikiran Menuju Masyarakat Madani

Buku Seri Manajemen SDM
1. Model Managemen Sumber Daya Manusia
2. Aktivitas Managemen Sumber Daya Manusia dan Aplikasi Asesmen
3. Asesmen Sumber Daya Manusia dalam Managemen Sumber Daya Manusia
4. Kajian Managemen Sumber Daya Manusia dan Asesmen Sumber Daya Manusia
5. Pembuatan Alat Asesmen Sumber Daya Manusia untuk Managemen Sumber Daya Manusia

Publikasi

A. Publikasi tentang Anak
1994 Irwan Prayitno, Masa Anak Mewarnai Masa Dewasa, YARSI, Bukit Tinggi, 22 Oktober 1994.
1994 Irwan Prayitno, Urgensi Pendidikan Masa Anak dan Pra Lahir dalam Mengantisipasi Pendidikan Masa Berikutnya, S.M.F. Tarbiyah, IAIN Imam Bonjol, Padang, 12 November 1994.
1994 Irwan Prayitno, Kiat Sukses Mengakrabkan Anak dengan Islam, PT Indosat, Medan, 18 November 1994.
2002 Irwan Prayitno, Ajaklah Anak Bicara, Pustaka Tarbiatuna
2002 Irwan Prayitno, Ketika Anak Marah, Pustaka Tarbiatuna
2002 Irwan Prayitno, 24 Jam Bersama Anak, Pustaka Tarbiatuna
2002 Irwan Prayitno, Membangun Potensi Anak, Pustaka Tarbiatuna
2002 Irwan Prayitno, Tips Bergaul dengan Anak, Pustaka Tarbiatuna
2003 Irwan Prayitno, Anakku, Penyejuk Hatiku, Pustaka Tarbiatuna.

B. Publikasi tentang Wanita
1992 Irwan Prayitno, Wanita Karir: Konflik dan Alternatif Pemecahannya, IBI dan Organisasi Wanita, Padang, 15 Desember 1992.
1994 Irwan Prayitno, Tentang Keputrian: Problematika, Pemecahan dan Pemfungsian, Wafi Coll, Padang, 6 Desember 1994.
1994 Irwan Prayitno, Revitalisasi Peranan Wanita S.M.F. MIPA Universitas Andalas, Padang, 27 Desember 1994.
1996 Irwan Prayitno, Problem Kehidupan Wanita Bekerja, Fakulti Pendidikan UPM, 1996.
2003 Irwan Prayitno, Wanita Islam Perubah Bangsa, Pustaka Tarbiatuna.

C. Publikasi tentang Pemuda dan Remaja
1992 Irwan Prayitno, Sebab Munculnya Gangguan Pada Diri Remaja dan Cara Mengatasinya , LPKK Adzkia, Padang, 25 Oktober 1992.
1993 Irwan Prayitno, Peranan dan Tanggung Jawab Mahasiswa, F.K.I Robbani, Universitas Andalas, 3 Februari 1993.
1993 Irwan Prayitno, Peranan Generasi Muda sebagai SDM dalam mengisi PJPTII,
AKKES, DEPKES, Sumbar, 11 November 1993.
1993 Irwan Prayitno, Generasi Muda dan Kehidupan Berkeluarga, SMF Syariah, IAIN Imam Bonjol, Padang, 13 November 1993.
1993 Irwan Prayitno, Pengaruh Globalisasi Informasi Terhadap Kehidupan Pemuda, IKIP Padang, 2 Desember 1993.
1994 Irwan Prayitno, Perang Intelektual di Tengah Kehidupan Kampus, IAIN Imam Bonjol Padang, 12 September 1994.
1994 Irwan Prayitno, Tantangan dan Tanggung Jawab Mahasiswa di Era Globalisasi, Fak.Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, 19 November 1994.
2003 Irwan Prayitno, Pemuda Islam, Generasi Penerus, Pustaka Tarbiatuna.
2008 Irwan Prayitno, Refleksi Pembangunan Pemuda dan Olahraga di Indonesia, Diskusi Bappenas, Jakarta, 30 Juni 2008.

D. Publikasi tentang Rumah Tangga
1992 Irwan Prayitno, Wanita Karir: Konflik dan Alternatif Pemecahannya, IBI dan Organisasi Wanita, Padang, 15 Desember 1992.
1993 Irwan Prayitno, Motif Berumahtangga dan Rumah Tangga Ideal, DPD KNPI, Sumatera Barat, 16 Januari 1993.
1993 Irwan Prayitno, Generasi Muda dan Kehidupan Berkeluarga, SMF Syariah, IAIN Imam Bonjol, Padang, 13 November 1993.

E. Publikasi tentang Masyarakat
1992 Irwan Prayitno, Peranan Industri Makanan dan Perilaku Masyarakat dalam Memenuhi Gizi Keluarga, DEPKES, Padang, 25 November 1992.
1994 Irwan Prayitno, Sikap dan Usaha Peningkatan Kepedulian Masyarakat Terhadap Penyandang Cacat, YPAC, SUMBAR, 29 Januari 1994.

F. Publikasi tentang Training dan Psikologi
1994 Irwan Prayitno, Achievement Motivation Training, Darul Hikmah, Lampung, 5 Juni 1994.
1996 Irwan Prayitno, Program Latihan Pengembangan Sikap Positif di BRI, Fakulti Pendidikan UPM, 1996.
1996 Irwan Prayitno, Perbandingan Teori-Teori Perkembangan Kerjaya, Fakulti Pendidikan UPM, 1996.
1996 Irwan Prayitno, Penilaian Psikologi di Dalam Perkembangan Kerjaya, Fakulti Pendidikan UPM, 1996.
1996 Irwan Prayitno, Falsafah dan Konsep Pengujian dan Pengukuran dalam Bimbingan dan Kaunseling, Fakulti Pendidikan UPM, 1996.
1997 Irwan Prayitno, Kursus Kerjaya Bagi Pelajar-Pelajar Sekolah Menengah, Fakulti Pendidikan UPM, 1997.
1997 Irwan Prayitno, Profil Personaliti Belia SMU Padang, Fakulti Pendidikan UPM, 1997.
1997 Irwan Prayitno, Laporan Aktiviti Kaunselor di PT Semen Padang, Fakulti Pendidikan UPM, 1997.

G. Publikasi tentang Pendidikan
1992 Irwan Prayitno, Strategi Menembus UMPTN, LPKK Adzkia, Padang, 4 April 1992.
1993 Irwan Prayitno, Peran Guru BP di Tengah Era Kompetitif Pendidikan dan Era Globalisasi, SKR-BKKBN, Sumbar, 12 Februari 1993.
1993 Irwan Prayitno, Kiat Menjatuhkan Pilihan yang Tepat di UMPTN LPKK Adzkia, Padang, 2 Juli 1993.
1993 Irwan Prayitno, Managemen TPA/MDA, BKPMI, Sumbar, 5 November 1993.
1994 Irwan Prayitno, Program Strategi Menembus UMPTN, LPKK Adzkia, Padang, 6 Agustus 1994.
1994 Irwan Prayitno, Urgensi Pendidikan Masa Anak dan Pra Lahir dalam Mengantisipasi Pendidikan Masa Berikutnya, S.M.F. Tarbiyah, IAIN Imam Bonjol, Padang, 12 November 1994.
1994 Irwan Prayitno, Persiapan Dini Menghadapi Ujian, LPKK Adzkia, 7 Desember 1994.
1996 Irwan Prayitno, Prinsip dan Amal Pendidikan Pengembangan di dalam Sirah Nabawiyah, Fakulti Pendidikan UPM, 1996.
2003 Irwan Prayitno, Dialektika Pendidikan, Ekonomi dan Dakwah di Tengah Era Globalisasi, Seminar Nasional IAIN Imam Bonjol, Padang, 27 September 2003.
2004 Irwan Prayitno, Peran Lingkungan dalam Membangun SDM Unggul, Seminar Nasional, “Pendidikan Indonesia, Quo Vadis?”, Graha Sucofindo, Jakarta, 9 Maret 2004.
2004 Irwan Prayitno, Mencetak Sang Juara Sejak Usia Dini, Seminar Nasional Pendidikan, “Quo Vadis Pendidikan Indonesia?”, Jakarta, 22 Mei 2004.
2006 Irwan Prayitno, Idealisme Guru dan Pembangunan Peradaban Bangsa, Seminar Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia, Surabaya, 10 September 2006.
2006 Irwan Prayitno, Meningkatkan Mutu dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Ciamis Melalui Pemberdayaan Potensi Masyarakat, Seminar Pendidikan Pemkab Ciamis, Ciamis, 13 September 2006.
2007 Irwan Prayitno, Pandangan Politik dan Harapan Parlemen terhadap RUU BHP, Seminar Nasional, Poros Pendidikan, Jakarta, 28 Februari 2007.
2007 Irwan Prayitno, Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional, Seminar Pendidikan di Pesantren Al Urwatul Wutsqo, Indramayu, 27 Maret 2007.
2008 Irwan Prayitno, Putusan MK pada Pendidikan, Harian Republika,
26 Februari 2008.
2008 Irwan Prayitno, Komitmen untuk Pendidik Bangsa, Harian Media Indonesia, 19 Maret 2008.
2008 Irwan Prayitno, Menagih SPMB Gratis, Koran Sindo, 27 Maret 2008.
2008 Irwan Prayitno, Revitalisasi Pendidikan Pesantren, Harian Republika,
2 Mei 2008.
2008 Irwan Prayitno, Pendidikan dalam Perspektif Politik, Dies Natalis Universitas
Tidar Magelang, 16 Mei 2008.
2008 Irwan Prayitno, Memerdekakan Politik Pendidikan, Media Indonesia, 14 Agustus 2008.
2008 Irwan Prayitno, Profesionalitas Guru di Era Global, Padang Ekspres, 28 November 2008.
2008 Irwan Prayitno, BHP untuk Komersialisasi Pendidikan? Republika, 21 Desember 2008.
2009 Irwan Prayitno, UU BHP: Menuju Pendidikan Nirlaba yang Profesional, www.fpks-dpr.or.id, 5 Januari 2009.

H. Publikasi tentang Politik
1999 Irwan Prayitno, Memberdayakan Anggota Legislatif: Mencegah Kemungkinan Korupsi, Desember 1999.
1999 Irwan Prayitno, DPR Lembaga Kontrol Bukan Oposisi, Republika, 3 Desember 1999.
1999 Irwan Prayitno, Isu Suap dan Korupsi Anggota DPR, Republika, 24 Desember 1999.
2000 Irwan Prayitno, Peranan LSM Sebagai Oposisi, Diskusi Panel Revitalisasi Istecs, Jakarta, 19 Februari 2000.
2000 Irwan Prayitno, Pemberdayaan Kader PK di Lembaga Legislatif, Nov. 2000.
2001 Irwan Prayitno, Peta Politik Nasional dan Keruntuhan Rejim Gus Dur, Makalah yang disampaikan dalam ceramah di depan Mahasiswa Melbourne, Australia, Januari 2001.
2001 Irwan Prayitno, Indonesia Today, Seminar Trends in Indonesia: Visions for Indonesia Future, ISEAS, Singapore, 4 Mei 2001.
2002 Irwan Prayitno, Catatan Perkembangan Ekonomi Orde Reformasi: Misteri Utang Indonesia dan IMF, Seminar Nasional Restropeksi Empat Tahun Usia Reformasi, Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana UGM, Yogyakarta, 27 April 2002.
2002 Irwan Prayitno, Trend Politik Ekonomi Mega, Seminar Nasional Restropeksi Empat Tahun Usia Reformasi, Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana UGM, Yogyakarta.
2002 Irwan Prayitno, Peran Partai Politik Islam dalam Membangun Negara, Halal bi Halal Ikatan Alumni Yayasan Asrama Pelajar Islam, Masjid Sunan Giri YAPI Al Azhar Rawamangun (Kompleks Asrama Sunan Giri) Jakarta, 21 Desember 2002.
2003 Irwan Prayitno, Evaluasi Kebijakan Ekonomi 2002, Februari 2003.
2003 Irwan Prayitno, Mengkritisi Kebijakan Pemerintah, Pustaka Tarbiatuna.
2003 Irwan Prayitno, Dai di Tengah Kegalauan Politik, Pustaka Tarbiatuna.
2008 Irwan Prayitno, Pendidikan dalam Perspektif Politik, Dies Natalis Universitas
Tidar Magelang, 16 Mei 2008.

I. Publikasi tentang Masalah KeIslaman
1994 Irwan Prayitno, Pentingnya Managemen dalam Dakwah, Wafi Coll, Padang, 4 Desember 1994.
1995 Irwan Prayitno, Politik Zionis Terhadap Negara Berkembang, YPD Al-Madani, Padang, 2 Januari 1995.
1996 Irwan Prayitno, Jamaah Dakwah Islamiyah Sebagai Organisasi Pendidikan Pengembangan, Fakulti Pendidikan UPM, 1996.
1996 Irwan Prayitno, Akhlaq Da’i (pengembangan) pada diri Rasulullah SAW, Fakulti Pendidikan UPM, 1996.
1999 Irwan Prayitno, Kunci Mengatasi Krisis Bangsa, Khutbah Idul Adha 1420 H di Lapangan Parkir Kelapa Gading, Jakarta, 1999.
2001 Irwan Prayitno, Implementasi Fiqh Dakwah dalam Pergerakan Islam Masa Kini, Peluncuran dan Bedah Buku Nasional, Fiqh Dakwah, Jakarta, Oktober 2001, sebagai pembicara.
2001 Irwan Prayitno, Agenda Kepemimpinan Umat Islam dalam Era Reformasi, Studi Islam Eksekutif Badan Dakwah Islamiyah (BDI) Pertamina Balikpapan, Balikpapan, 2 Desember 2001.
2001 Irwan Prayitno, Membangkitkan Kesadaran Umat di Tengah Keprihatinan Mendalam Krisis Multidimensional, Khutbah ‘Idul Fitri 1 Syawal 1422 H/16 Desember Tahun 2001 di Lapangan Carrefour Cawang Jakarta Selatan.
2002 Irwan Prayitno, Urgensi dan Peran Teknologi Informasi dalam Pendidikan Islam, Seminar Nasional Musabaqoh Al-Qur'an Nasional Telkom 2002, Implementasi Ahlaq Qur'ani, Bukittinggi, 11 Maret 2002.
2002 Irwan Prayitno, Indonesia and the Future of Islam, Panel Dialogue, The Future of Indonesia’s Islam: The Quest for an Equilibrium, Institute of Defense and Strategic Studies, Singapura, 17 Juni 2002.
2002 Irwan Prayitno, Ramadhan dan Momentum Perbaikan Bangsa, Persiapan Ramadhan 1423 di KBRI Kualalumpur dan Konsulat Jenderal Johor Baru Malaysia, Oktober 2002.
2003 Irwan Prayitno, Dialektika Pendidikan, Ekonomi dan Dakwah di Tengah Era Globalisasi, Seminar Nasional IAIN Imam Bonjol, Padang, 27 September 2003.
2003 Irwan Prayitno, Pemuda Islam, Generasi Penerus, Pustaka Tarbiatuna.
2003 Irwan Prayitno, Wanita Islam Perubah Bangsa, Pustaka Tarbiatuna.
2003 Irwan Prayitno, Dai di Tengah Kegalauan Politik, Pustaka Tarbiatuna.

J. Publikasi tentang Migas dan Pertambangan
2000 Irwan Prayitno, Subsidi, Penghematan Konsumsi dan Kenaikan Harga BBM, Kompas, 12 April 2000.
2000 Irwan Prayitno, Menghadapi Kenaikan Harga BBM. Republika, 16 September 2000.
2001 Irwan Prayitno, Masa Depan Industri Pertambangan dalam Era Otonomi Daerah, Diskusi Pertambangan Kongres Ikatan Alumni Tambang ITB 2001, Aula Barat ITB, Bandung, 29 Juni 2001.
2001 Irwan Prayitno, Legislative Role of the Indonesian House of Representatives in Indonesia’s Legal Reform – An Overview of the Energy Sector, Seminar Houston Energy Dialogue 2001, Bimasena dan Konsul Jenderal RI di Houston, Houston, USA, 24 September 2001.
2002 Irwan Prayitno, Sekilas Pandangan UU No. 22 Tahun 2001 terhadap Pengembangan Sumber Daya Manusia Nasional, Forum Komunikasi SDM XIV/2002 Pertamina Direktorat Manajemen Production Sharing (Pertamina Dit. MPS) – Kontraktor Production Sharing (KPS) dan Rapat Dewan Konsorsium Pendidikan Pertamina – KPS tahun 2002, Meningkatkan Kualitas Pengembangan SDM Nasional Menghadapi Industri Migas Dalam Era Globalisasi Serta UU Migas Yang Diperbaharui, Surabaya, 4 Juli 2002.
2002 Irwan Prayitno, Menelisik Benefit LNG Tangguh, Media Indonesia, 30 Oktober 2002.
2003 Irwan Prayitno, Penurunan Harga, Dapatkah Meredam Ketidakpuasan Masyarakat, Januari 2003.
2003 Irwan Prayitno, Kenaikan Harga dan Peran DPR, Republika, 16 Januari 2003.
2003 Irwan Prayitno, Penyelewengan Dana Kompensasi BBM, Republika, 11-12 Maret 2003.
2003 Irwan Prayitno, Prospek dan Tantangan Gas Bumi di Indonesia Pasca UU No.22 Tahun 2001, Artikel dalam buku Gas Energi Masa Depan, Diterbitkan Forum Wartawan Energi dan Sumber Daya Mineral, Juli 2003.
2003 Irwan Prayitno, Dilema Kebijakan Energi, Pustaka Tarbiatuna.

K. Publikasi tentang Listrik dan Energi
2000 Irwan Prayitno, Beban Rakyat di Balik Kontrak Listrik Swasta, Republika, 5 Januari 2000.
2000 Irwan Prayitno, Dilema Kenaikan Tarif Listrik, Republika., 19 Januari 2000
2000 Irwan Prayitno, Kenaikan Listrik dan BBM, Siapa yang Menjerit?, Tabloid Tekad No.17 /Tahun II 28 Februari – 5 Maret 2000.
2000 Irwan Prayitno, Pengelolaan Energi Nasional untuk Kemakmuran Rakyat Menuju Pasar Listrik Kompetisi, Seminar PLN PJB I, 28 September 2000.
2000 Irwan Prayitno, Dilema Pasar Listrik Kompetisi: Di Antara Realitas dan Tuntutan Global, Oktober 2000.
2003 Irwan Prayitno, Tuntutan Masyarakat terhadap Kenaikan TDL, Januari 2003.
2003 Irwan Prayitno, Kebijakan Legislatif terhadap Good Governance, Diskusi Interaktif I Good Governance Sektor Ketenagalistrikan, Bimasena, Jakarta, 27 Januari 2003.
2003 Irwan Prayitno, Obligasi PLN dan Dilema Masalah Pendanaan, April 2003.
2003 Irwan Prayitno, Panas Bumi, Alternatif Energi yang Harus Diseriuskan, Bisnis Indonesia, 17 April 2003.
2003 Irwan Prayitno, Urgensi Pemanfaatan Energi Terbarukan dalam Menghadapi Berkurangnya Energi Tak Terbarukan, Talk Show Forum Bisnis Ketenagalistrikan Indonesia ke IV, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia, Jakarta, 25 September 2003.

L. Publikasi tentang Lingkungan Hidup
2000 Irwan Prayitno, Bagaimana Mengadopsi Ketentuan Protokol Keamanan Hayati dalam Peraturan/Perundang-undangan di Indonesia, Seminar Yayasan Kehati, Jakarta, 30 Agustus 2000.
2000 Irwan Prayitno, Kriteria Pengembangan Berkelanjutan dan Isu Prospek Karbon Credit di Indonesia, Oktober 2000.
2001 Irwan Prayitno, Tanggapan terhadap Pelaksanaan Propenas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Rapat Kerja Teknis Renstra 2002 – 2004 Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengendalian Dampak Lingkungan, Kantor Meneg LH, Jakarta, 5 Juni 2001.
2003 Irwan Prayitno, Pembangunan Pantai Utara Jakarta dan Dampaknya terhadap Lingkungan, Mei 2003.

M. Publikasi tentang Riset dan Teknologi
2001 Irwan Prayitno, Kasus Ajinomoto: Selamatkan Imtaq Umat, Januari 2001.
2002 Irwan Prayitno, Urgensi dan Peran Teknologi Informasi dalam Pendidikan Islam, Seminar Nasional Musabaqoh Al-Qur'an Nasional Telkom 2002, Implementasi Ahlaq Qur'ani, Bukittinggi, 11 Maret 2002.

Riset

1987
Persepsi Dan Sikap Pembeli (sebagai asisten peneliti, di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia).
1988
Disonansi Kognitif Pada Mahasiswa Alumni Pesantren Terhadap Metode Pengajaran Di Perguruan Tinggi Umum (sebagai peneliti, di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia).
1991
Kiat Tepat & Siswa Menembus UMPTN (sebagai peneliti di LPKK ADZKIA, Padang).
1993
Modifikasi Tes Minat Terhadap Pemilihan Jurusan di PTN (sebagai peneliti di
LPKK ADZKIA).
1994
Pola Hubungan Pasangan suami-istri Muda, (sebagai peneliti di Yayasan Al- Kahfi, Padang).
1995
Malaysia: Suatu Studi Kasus di PORIM, mengenai :
- Perlaksanaan Sistem Kompensasi
- Perlaksanaan Analisa Jabatan
1996
Malaysia: Hubungan Personaliti Belia dengan Disiplin Ibu Bapa (sebagai peneliti dan pelajar)
1996
Malaysia: Perbezaan Personaliti Belia SMU Padang (sebagai peneliti dan pelajar)
1996
Malaysia: Kajian Kualitatif: Socially Sensitive Research To International Student in UPM (sebagai peneliti dan pelajar)
1998
Malaysia: Model Pengembangan Sumber Manusia di Industri. Suatu Kajian Literatur Konsep Diri Pelajar Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam (sebagai peneliti dan dosen di Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam/IPI)
1998
Malaysia: Budaya Membaca di Kalangan Pelajar Sekolah Menengah Kajang (sebagai peneliti dan dosen di Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam/IPI)
1998
Malaysia: Disiplin Ibu Bapa dan Hubungan Ibu Bapa dengan Anak (sebagai peneliti dan dosen di Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam/IPI)
1998
Malaysia: Peranan Pendidikan Prasekolah Islam di TADIKA ABIM sebagai peneliti dan dosen di Institut Pengajian Ilmu-Ilmu Islam/IPI)
1999
Malaysia: Pengukuran Psikologi dan Aplikasinya dalam Aktiviti Pembangunan Sumber Manusia
1999
Membangun Pengukuran Psikologi : Inteligensi, Minat dan Personaliti
1999
Aplikasi Pengukuran Psikologi di dalam Industri
2000
Pembinaan dan Aplikasi Pengukuran Psikologi dalam Model Pembangunan Sumber Manusia bagi Sektor Industri di Indonesia.
2004
Mengkritisi Kebijakan Pemerintah tentang Subsidi kepada Rakyat, Jurnal Equilibrium STIE Ahmad Dahlan, ISSN 1693-0681, Volume 2, Nomor 1 Januari April 2004.
2005
Krisis BBM di antara Subsidi dan Dilema Anggaran, Jurnal Widya Ekonomika, No. 2 Tahun VII Juli Desember 2005, Kopertis Wilayah III, Jakarta.
2005
Mencari Kesesuaian Potensi Sumber Daya Manusia dalam Industri, Bussiness & Management Journal, Volume 002 No. 001, Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Mei 2005.
2005
Gambaran dan Hubungan antara Motivasi dengan Kepemimpinan di Kalangan Pegawai PT Semen Gresik, Bussiness & Management Journal, Volume 002 No. 002, Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta, November 2005.
2005
Diskursus Pengembangan Sumber Daya Manusia : Telaah Perspektif Psikologi Industri, Jurnal Equilibrium STIE Ahmad Dahlan, ISSN 1693-0681, Volume 3, Nomor 1 September-Desember 2005.
2006
Tenaga Kerja Efektif di Perusahaan, Jurnal Madani UMSU ISSN 5417 Terakreditasi SK 034/DIKTI KEP/2003 Vol. 7 No. 2 September 2006
2006
Hubungan Motivasi dengan Kepemimpinan, Keteraturan, Pengambilan Keputusan, Kerja Sama dan Kemandirian di Kalangan Pegawai Pemko Padang, Volume 003 No. 001, Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Mei 2006.
2007
Hubungan antara Kemandirian dan kepemimpinan Calon Pegawai, Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi KIAT Volume 11 No. 2, Desember 2007, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Riau.

Kunjungan ke Luar Negeri (Seminar, Konferensi & Ceramah)

2001
International Muslim Youth Conference, Malaysia, 14 - 16 Februari 2001, sebagai partisipan.
2001
Seminar Trends in Indonesia: Visions for Indonesia Future, Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS), Singapore, 4 Mei 2001, sebagai pembicara.
2001
Seminar Houston Energy Dialogue 2001, Responding to Legal Reforms in Indonesia’s Energy Sector: Challenges and Opportunities, Bimasena dan Konsul Jenderal RI di Houston, Houston, USA, 24 September 2001, sebagai pembicara.
2002
Panel Dialogue, The Future of Indonesia’s Islam: The Quest for An Equilibrium, Institute of Defence and Strategic Studies, Nanyang Technological University, Singapura, 17 Juni
2002,
sebagai pembicara.
2002
Dialog Persiapan Ramadhan 1423 di KBRI Kualalumpur dan Konsulat Jenderal Johor Baru Malaysia, Oktober 2002, sebagai pembicara.
2003
Seminar Politik Asia Pasifik, Kota Kinabalu, Malaysia, sebagai pembicara.
2003
The 19th Asian Parliamentarians Meeting on Population and Development: Water and Population in Asia, Ho Chi Minh City, Vietnam, 14 Desember 2003, sebagai delegasi DPR RI.
2005
Seminar Responsibility for the Future of Muslim Ummah and Home Countries: Our Preparation and Action, Muktamar IMSA/MISG, 5400 Holiday Drive, Frederick, MD 21703, Amerika Serikat, 22-26 Desember 2005, sebagai pembicara.

Aktifitas Kepartaian

1998 – 1999
Ketua Perwakilan Partai Keadilan (PK) di Malaysia
1999 – 2008
Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan (PK) dan Partai Keadilan
Sejahtera (PKS)
1999 – 2008
Pembina PK dan PKS Sumatera Barat
1999 – 2003
Ketua DPP Partai Keadilan Bidang Kebijakan Publik (Kebijakan Ekonomi, Pemberdayaan Ekonomi, Politik dan Hankam, Hukum dan HAM, Komunikasi Jaringan)
2000 – 2005
Anggota Majelis Syuro (Terpilih) PKS dari Sumbagut
2000 – 2002
Ketua DPP PK Bidang Kebijakan Publik
2002 – 2003
Ketua Bidang III DPP PK
2003 – 2004
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Bidang Kebijakan Publik (Politik dan Hankam, Hukum dan HAM, Komunikasi Jaringan, Kesenian Budaya)
2004 – 2005
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Bidang Kebijakan Publik (Politik dan Hankam, Hukum dan HAM, Komunikasi Jaringan, Kesenian Budaya)
2003 – 2004
Ketua Panitia Pemilihan Umum Internal PKS
2005 – 2007
Ketua Komisi Kebijakan Publik Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS
2005 – 2010
Anggota Majelis Syuro (Diangkat) PKS
2007 – 2010
Ketua Komisi Organisasi dan Wilayah Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS

Banyak prestasi lainnya yang tak dapat kami sebutkan. Silahkan kunjungi www.irwanprayitno.info website resmi beliau dengan segudang prestasi. (islamedia.web.id)


jalanpanjang.web.id - Pemimpin yang mencintai rakyatnya pasti akan dicintai pula oleh rakyatnya. Selain itu mereka juga mengispirasi bahwa perubahan yang lebih baik pasti terjadi jika pemimpinnya amanah. Hail inilah yang nampak dari demosntrasi hari ini (14/02) di Jakarta. 

Para buruh merasa hidupnya seharusnya bisa lebih baik, kebijakan selama ini nampaknya harus segera diubah. Mereka berdemonstrasi mengkritisi kinerja Fauzi Bowo dengan mengenakan topeng Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Para buruh ini menggelar unjuk rasa sejak pukul 10.00 WIB,  Mereka menilai UMSP sangat rendah, dan hanya naik 16 persen. Karena itu, mereka meminta agar Pergub ini dicabut. "Pergub ini harus dicabut, karena hanya kian menyengsarakan buruh di Jakarta," ujar salah seorang koordinator aksi saat berorasi.

Mereka membandingkan dengan Upah Minimum Sektor Kabupten (UMSK) Bekasi yang naik hingga 30 persen dari sebelumnya. UMSK Bekasi ditetapkan menjadi Rp 1.849.000. Para buruh ini meminta agar kenaikan UMSP setidaknya mengikuti UMSK Bekasi.

Dengan mengenakan pengeras suara koordinator aksi mengungkapkan alasannya datang mengenakan topeng Ahmad Heryawan. Dengan lantang, dia mengatakan Heryawan sebagai Gubernur yang berpihak kepada buruh. Topeng ini sebagai simbol bahwa Fauzi Bowo harus mencontek kebijakan Ahmad Heryawan yang menetapkan UMSK yang layak.

"Heryawan yang layak memimpin DKI Jakarta," kata pria bertopi dari di atas mobil bak terbuka. Aksi ini dijaga ketat oleh puluhan aparat kepolisian. Puluhan massa yang bergerombol di depan Balai Kota juga tidak menyebabkan macet di Jl Medan Merdeka Selatan.(okezone,detik)


jalanpanjang.web.id - Suatu Kehormatan bagi Salimah mendapat kunjungan silaturahim dari Ustadzah Haifa binti Ridwan, seorang ukhti Pimpinan Darul Quran wa Sunnah dari Gaza, Palestina. Beliau adalah Muslimah yang fokus mengkader anak-anak di Gaza menjadi penghafal Qur’an .

Dalam kunjungannya beliau memaparkan tentang startegi pemerintah Palestina di Gaza mengkader anak-anak Palestina menjadi Mujahid dan Mujahidah yang di awali dengan menumbuhkan kecintaan anak-anak pada kitab suci Al Qur’an. Masyarakat di Gaza mendirikan banyak lembaga-lembaga penghafal Al qur’an bagi anak-anak dan Muslimah. Saat ini ada puluhan ribu anak-anak mengikuti program tahfidz Qur’an dan mendapat support langsung dari Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyyah. 

Dalam segala keterbatasan sarana dan dana mereka tidak berhenti berjuang dan berkarya. Kunjungan Ustadzah Haifa binti Ridwan sangat menginpsirasi ibu-ibu pengurus Salimah untuk terus bersemangat membekali anak-anak kami untuk menghafal Al Qur’an sedari kecil.

Berikut ini adalah kesan Ibu Khoir , pengurus Salimah yang berkesempatan silaturahim dengan beliau.

Alhamdulillah, tanggal 12 Januari 2012, saya mendapat kesempatan mendengarkan pemaparan langsung salah seorang tokoh wanita Palestina di bidang Daurah Qur’an. Haifa Binti Ridwan, demikian nama beliau, bersama suaminya secara sukarela mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mencetak generasi Qur’ani, penghapal Al Qur’an, di lembaga yang disebut Daurah Al Qur’ah Al Fallah.

Tinggal di Gaza yang sudah sekian lama diblokade oleh Israel, dan sisa-sisa penyerangan brutal 3 tahun yang lalu, bukan perkara mudah, untuk menghilangkan trauma bagi para Ibu dan anak-anak. Namun, para Ibu di Gaza punya cara dan semangat yang luar biasa dalam mempersiapkan anak-anaknya menghadapi gempuran Israel yang tidak bisa diprediksi ini.

Lewat video kita akan termangu-mangu melihat bocah-bocah lucu yang telah dicetak mentalnya sebagai calon mujahid, yang berani melakukan perlawanan terhadap Israel. Modal cinta Allah, faham, dan hafal Al Qur’an adalah bekal yang diberikan oleh Ibu-ibu mereka…

Sebagai seorang Ibu, saya tidak kuat ketika mendengar penjelasan:
“Kami mendidik anak-anak yang ada di sana, untuk memberikan perlawanan, memberikan rasa mantap dalam melawan Israel….”

Walaupun mereka bisa seorang istri yang ditinggal syahid suami, seorang istri yang suaminya dipenjara, atau seorang Ibu yang ditinggal syahid anaknya…, mereka masih bisa berteriak lantang ketika mendapat serangan, atau ketika anak-anak mereka cacat…: “Ini adalah tebusan dari kami untuk Al Aqsha…!!!”

Dan apabila anak mereka gugur satu di medan pertempuran, mereka akan mengirim anak-anak mereka berikutnya untuk maju lagi memberi perlawanan lagi… 

Subhanallah…

Rasanya yang kita perjuangan sebagai seorang Ibu di hadapan Allah belum ada sekuku hitamnya ibu-ibu di bumi Filistin ini..

Pantas, bumi ini disebut bumi para syuhada…
Karena para Ibunya memompa, memberi rasa mantap, rasa berani kepada anak-anak merek (salimah/islamedia.web.id)


jalanpanjang.web.id - Tidak Kurang dari 867 kader Partai Keadilan Sejahtera mengikuti Perkemahan Pandu Keadilan Menengah 1, yang berlokasi di kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang - Jawa Tengah. Perkemahan yang lebih dikenal dengan bahasa partai dengan istilah mukhoyyam ini berlangsung selama 3 hari sejak 23 - 25 Desember 2011. Lokasi perkemahan yang juga merupakan kaki gunung merbabu ini digunakan oleh DPW PKS Jateng sebagai tempat penggemblengan jasadiyah (fisik) para kader nya se jawa tengah. Perkemahan ini menjadi rekor baru perkemahan PKS dengan peserta terbanyak, setelah sebelumnya dipecahkan oleh DPW PKS Jawa Barat sebanyak 430 orang.

Ketua DPW PKS jateng Abdul Fikri Faqih dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa perkemahan ini adalah salah satu sarana pembinaan anggota partai yang wajib diikuti, baik tua maupun muda, senior maupun junior. Anggota PKS yang tidak mau mengikuti ini sesungguhnya belumlah kader PKS sejati. "Partai lain mungkin tidak memperhatikan pembinaan seperti ini, tapi kalau partai kita, kekuatan kita adalah di kader nya, dan kader harus sehat dalam ke tiga unsur manusia baik itu ruh, akal, maupun fisik nya." Beliau melanjutkan "Sarana ini adalah jalan untuk meningkatkan semangat dan menguatkan kita dalam berjuang di tengah aktifitas kita yang menguras energi" tegas Fikri Faqih.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga DPP PKS Abdul Khoris yang menguatkan para kader dengan arahan perkembangan partai tingkat nasional. Beliau menjelaskan pentingnya kesiapan kader dalam menghadapi dinamika perkembangan da'wah yang sangat cepat. Sesi bersama Abdul Khoris juga dipadati dengan pertanyaan-pertanyaan dari peserta seputar perkembangan partai di level nasional.

Sejak dimulainya dengan upacara pembukaan, acara ini dipenuhi dengan berbagai agenda fisik yang padat, seperti senam, materi bela diri, materi baris berbaris (PBB), materi P3K, sampai materi survival. Acara ini diakhiri dengan longmarch yang dimulai dari lapangan desa tajuk kecamatan getasan menaiki gunung merbabu dan mengambil jalan memutar hingga sampai kawasan kopeng salatiga, dan berakhir kembali di basecamp, menurut instruktur jarak tempuh total adalah sekitar 30 Km. Seluruh peserta berhasil melalui semua rangkaian acara sampai dengan finish longmarch dan upacara penutupan. Diharapkan output dari acara ini agar kader-kader PKS jateng semakin produktif dalam menunaikan kerja panjang untuk ummat, membangun negeri.

Mukhayah kali ini juga menyisakan spirit sendiri bagi para kader, karena di hadiri juga mereka yang mempunyai keterbatasan secara fisik, tapi tetap berangkat Mukhayam, azzam mereka mengalahkan kondisi fisiknya.
Pantang menyerah! Itulah semangat yang selalu diusung Wahyu, kader PKS asal Ambarawa. Di tengah keterbatasanfisiknya, Wahyu mampu selesaikan pendakian dan survival di Gunung Merbabu, Jateng, dalam Kemah PKS, akhir pekan lalu. Pria yang mendambakan motor roda tiga untuk beraktivitas ini, bertekad taklukan pula kehidupan yang keras.
 
Namanya Aris, kader asal Tegal. Dengan tangan yang tidak lagi utuh akibat kecelakaan, Aris tetap ikuti seluruh agenda perkemahan PKS beserta kader umum lainnya. Dalam kesehariannya, Aris merupakan seorang pekerja keras dengan motor roda tiga sebagai tunggangannya
Bahwa mukhoyam ini berat, memang iya. Bahwa mukhoyam ini melelahkan, iya. Tetapi ini adalah bagian dari komitmen kita terhadap dakwah ini, bahwa mukhoyam ini adalah bagian dari representasi loyalitas kader terhadap jamaah. Bahwa mukhoyam ini adalah simbol kekuatan kita, simbol dari kekokohan tarbiyah ini. Bahwa mukhoyam ini adalah simbol dari kekokohan persaudaraan kita. Maka dari itu, satu hal yang mestinya dapat diambil ibrah dari mukhoyam ini, adalah harusnya kita memahami bahwa ini adalah hal tsawabit dalam jamaah kita, yang pada intinya adalah representasi jiddiyah kita kepada jamaah. Inilah mukhoyam. Wasail tarbiyah itu.


…. kami adalah tentara Allah

Siap melangkah menuju ke medan juang

Walau tertatih kaki ini melangkah

Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan….

(Jejak Izzatul Islam) 
Sumber : pksjatengonline
Postingan Lama Beranda

Sahabat

Follow @jalanpanjangweb

Artikel Terpopuler Pekan Ini

  • Kiprah Ikhwah di Bidang IT
  • Aksi Tim Rescue PKPU
  • Inilah sekilas Profil Muhammad Badi Abdul Majid Samy, Murysid 'Aam IKhwanul Muslimin yang ke VIII
  • Garut Kelelahan Irwan Prayitno
  • Kepedulian Sejati Vs Etalase Kepedulian
  • Mars KORSAD






Designed by JalanPanjang